Headline.co.id, Batang ~ Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menyasar rumah Suwiyah (80), warga Desa Bakalan RT 9 RW 4, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau rumah tersebut pada Kamis (30/7/2026). Bantuan diberikan setelah hasil verifikasi menunjukkan rumah yang dihuni tiga orang itu tidak layak huni dan belum pernah memperoleh bantuan perbaikan dari pemerintah.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program BSPS tepat sasaran. Rumah Suwiyah tidak memiliki fondasi, sloof, kolom, maupun ring balok. Dindingnya masih menggunakan GRC, lantai berupa tanah, sementara pencahayaan dan penghawaan belum memenuhi standar rumah layak huni.
Menteri PKP Pastikan Bantuan BSPS Tepat Sasaran
Usai melihat langsung kondisi rumah, Maruarar menegaskan bantuan harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ia menyebut kondisi rumah Suwiyah membuktikan masih ada masyarakat yang selama puluhan tahun belum tersentuh bantuan perbaikan rumah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saya sudah melihat langsung kondisi rumah Ibu Suwiyah bersama Pak Bupati dan Kepala Balai Jawa Tengah. Memang benar rumah ini tidak layak huni. Tidak ada fondasi, sehingga memang sudah seharusnya mendapat bantuan. Ini tepat sasaran,” jelas Maruarar.
Menurut Maruarar, Suwiyah selama 80 tahun belum pernah mendapatkan bantuan negara untuk memperbaiki rumahnya. Pekerjaan renovasi dijadwalkan segera dimulai, sedangkan selama proses perbaikan Suwiyah akan tinggal sementara di rumah anaknya yang berada di sebelah rumah tersebut.
“Pekerjaan akan segera dimulai dan selama proses perbaikan nenek Suwiyah tinggal sementara di rumah anaknya yang berada di sebelah. Nanti rumahnya juga akan dibuatkan jendela agar lebih sehat dan nyaman,” terangnya.
Renovasi Meliputi Struktur dan Penghawaan Rumah
Melalui Program BSPS, Suwiyah memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta serta dukungan swadaya sebesar Rp2,5 juta. Perbaikan difokuskan pada peningkatan struktur bangunan, dinding, lantai, dan penghawaan.
Renovasi tersebut ditujukan agar rumah menjadi lebih kokoh, sehat, aman, dan layak huni. Berdasarkan jadwal, pekerjaan berlangsung mulai 10 Agustus hingga 7 Oktober 2026.
Suwiyah menyambut bantuan tersebut. Ia menyampaikan rumahnya sudah lama belum diperbaiki dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Ya saya senang sekali rumahnya bisa diperbaiki, kan sudah dari dulu belum diperbaiki. Alhamdulillah matur nuwun Pak Prabowo, rumah saya jadi mau diperbaiki,” ujar Suwiyah.
Jawa Tengah Dapat Alokasi 34.712 Unit BSPS
Maruarar mengatakan, Provinsi Jawa Tengah memperoleh alokasi 34.712 unit BSPS pada Tahun Anggaran 2026. Jumlah itu meningkat dibandingkan alokasi tahun 2025 sebanyak 7.532 unit atau naik sekitar 460,86 persen.
Dari total alokasi tersebut, sebanyak 27.288 unit diperuntukkan bagi wilayah perdesaan, 2.768 unit untuk kawasan pesisir, dan 2.998 unit untuk wilayah perkotaan.
Khusus Kabupaten Batang, pemerintah mengalokasikan 825 unit BSPS. Bantuan itu tersebar di 14 kecamatan dan 48 desa.
Informasi Penerima Bantuan Dipublikasikan
Untuk menjaga transparansi, seluruh informasi mengenai penerima bantuan, kondisi eksisting rumah, rencana perbaikan, dan jadwal pelaksanaan dipublikasikan secara terbuka.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) atau instansi terkait apabila menemukan pihak yang meminta imbalan dalam pelaksanaan Program BSPS.
Rumah Suwiyah menjadi salah satu penerima bantuan yang ditinjau langsung dalam pelaksanaan program tersebut. Hasil verifikasi terhadap rumah itu menunjukkan kebutuhan perbaikan mencakup unsur utama bangunan hingga aspek pencahayaan dan penghawaan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















