Polres Bantul Berhasil Ungkap 2 Kasus Aborsi, Siapa Saja Pelakunya?

Dua Gadis Muda ditetapkan Tersangka kasus Aborsi oleh Polres Bantul
Dua Gadis Muda ditetapkan Tersangka kasus Aborsi oleh Polres Bantul

Polres Bantul Berhasil Ungkap 2 Kasus Aborsi, Siapa Saja Pelakunya? ~ Headline.co.id (Bantul). Polres Bantul berhasil mengungkap dua kasus aborsi yang dilakukan di dua lokasi berbeda. Akibat perbuatannya dua gadis muda ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Baca juga: BNPB Verifikasi 5.402 Kejadian Bencana Sepanjang Tahun 2021

Dua gadis muda yang diamankan adalah ASV (18) warga Imogiri, Bantul yang memakamkan bayi di Makam Ngasem, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Bantul dan AU (21) mahasiswa asal Kalimantan Tengah, mahasiswi yang indekos di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan.

“Ada dua kasus aborsi yang berhasil kami ungkap. Sudah ada dua tersangka yang ditetapkan,” kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Rabu (14/2/2022).

Dari hasil pemeriksaan, keduanya melakukan aborsi atas inisiatif sendiri. Mereka mengonsumsi obat penggugur kandungan yang dibeli secara online. Agar janin cepat gugur mereka mengonsumsi dengan jumlah yang berlebihan.

Baca juga: Jemput Bola Layanan Adminduk, Pemdes Kenaiban Lakukan Inovasi “Gebrak”

Kapolres mengatakan, untuk tersangka ASV diamankan warga saat berziarah ke makam anaknya yang bernama Arsila Bin Andreas di wilayah Jetis, pada Minggu (13/2/2022).  Sebelumnya warga di sekitar makam geger dengan temuan makam bayi yang masih baru. Warga kemudian memantau dan menangkap ASV dan pacarnya.

“Ada 16 pil yang diminum setiap dua jam sekali,” katanya.

Baca juga: Keberhasilan Vaksinasi Tak Lepas dari Peran Para Tokoh

Kasus aborsi ini dilakukan karena hubungan ASV dan pacarnya tidak direstui. Selama proses juga melakukan video call. Bahkan pacarnya juga ikut membantu proses pemakaman orok.

“Kami masih dalam keterlibatan pacarnya, karena dia juga membantu proses pemakaman,” katanya.

Baca juga: Obor Pesonas 2022 di Boyolali, Dimeriahkan Vaksinasi dan Bakti Sosial

Sementara untuk tersangka AU di wilayah Kasihan, terungkap dari penemuan mayat bayi dalam kardus di serambi Masjid Nurudholam, Dusun Brajan, Desa Tamantirto pada Sabtu (22/1/2022) malam.

“Bayi ini hasil hubungan dengan pacarnya yang ada di Kalimantan,” ujarnya.

Baca juga: Laris Berkat Lapak Ganjar, Warga pun Ikut Jadi “Reseller” Sepatu Lurik Klaten Ini

Modus yang dilakukan AU sama dengan mengonsumsi obat penggugur kandungan dengan dosis berlebihan. Bayi yang digugurkan usianya baru empat bulan.

“Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 194 UU Kesehatan, Pasal 77a UU Perlindungan Anak dan Pasal 346 KUHP dengan Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” ujarnya.

Baca juga: Hati-hati, Musim Hujan Tawon Vespa Merebak

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.