Satu Warga Meninggal dan Satu Lainnya Hilangnya Saat Banjir Jember Terjadi

Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, mengakibatkan satu orang meninggal dunia
Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, mengakibatkan satu orang meninggal dunia

Satu Warga Meninggal dan Satu Lainnya Hilangnya Saat Banjir Jember Terjadi ~ Headline.co.id (Jakarta). Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi pada Minggu sore (9/1), pukul 15.00 WIB. BPBD setempat dan berbagai unsur terkait masih melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak.

Baca juga: Mensesneg: Posisi Wakil Menteri Diisi Hanya Bila Diperlukan

Read More

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember membantu dalam pengaktifan dapur umum untuk melayani warga yang mengungsi sementara. Pihaknya juga melakukan pendistribusian bantuan kepada warga yang memilih tidak mengungsi. Hingga malam ini, BPBD masih melakukan pendataan mereka yang mengungsi. Saat terjadi banjir tim gabungan membantu warga evakuasi ke tempat yang aman, sedangkan populasi terdampak tercatat 150 KK. Laporan yang diterima Pusdalops BNPB menyebutkan masih ada satu orang yang dinyatakan hilang akibat banjir tersebut.

Setelah banjir surut, BPBD bersama TNI, Polri, unsur terkait dan warga membantu untuk membersihkan sampah dan lumpur yang terbawa banjir.

Baca juga: Tips Membuat Kemasan Produk Menjadi Lebih Unik dan Menarik

Selain berdampak pada warga, banjir juga mengakibatkan bangunan terendam, antara lain rumah 150 unit, fasilitas umum 3 unit dan tempat ibadah 3 unit.

Wilayah terdampak berada pada beberapa desa dan kelurahan di tiga kecamatan, yaitu Kelurahan Kaliwates, Sempusari dan Mangli di Kecamatan Kaliwates, Desa Rambipuji di Kecamatan Rambipuji dan Desa Kemiri di Kecamatan Panti.

Baca juga: Cegah Omicron dari Luar Negeri, Satgas Covid-19 Beri Rekomendasi Pemprov Kepri

Banjir Kabupaten Malinau, Tidak Ada Pengungsian

Dini hari tadi, Minggu (9/1), sekitar pukul 02.00 waktu setempat atau WITA, beberapa wilayah di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, juga terdampak banjir. Hujan lebat mengguyur kawasan ini yang menyebabkan debit air Sungai Malinau, Sungai Mentarang dan anak Sungai Bengalun meluap.

Baca juga: The Obonk Steak & Ribs, Legenda Steak Bakar Beneran di Jogja

BPBD Kabupaten Malinau mencatat sekitar 2.886 jiwa terdampak namun tidak ada pengungsian akibat kejadian ini. Pantauan pada malam ini (9/1), pukul 18.00 WITA, banjir mulai surut, sedangkan cuaca sore tadi masih mendung. Selain itu, sebanyak 571 unit rumah warga dan 1 fasilitas pendidikan terdampak banjir.

Wilayah yang terdampak banjir berada di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan, di antaranya Desa Malinau Kota, Seluwing dan Pelita Kanaan di Kecamatan Malinau Kota, Desa Sempayang dan Sesua di Kecamatan Malinau Barat, serta Desa Pulau Sapi di Kecamatan Mentarang.

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Turunkan Dua Alat Berat Untuk Tertibkan PKL di Jalan Batu Sangkar

Melihat banjir yang telah surut di dua provinsi tersebut, BNPB tetap mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Prakiraan cuaca pada esok hari (10/1) di tiga kecamatan terdampak masih berpotensi hujan ringan hingga hujan petir. Sedangkan di tiga kecamatan di Kabupaten Malinau berpeluang cerah hingga cerah berawan.

Namun demikian, semua pihak diharapkan untuk tetap waspada dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang pada puncak musim hujan di bulan ini hingga Februari nanti.

Baca juga: Lantik Delapan Pejabat Struktural, Wali Kota Eva Dwiana: Harus Bekerja Sesuai Tupoksi

Baca juga: Cara Mudah Install Virtualmin di Server Centos 7

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.