Banjir di Dua Desa di Kabupaten Serang Berangsur Surut

  • Whatsapp
BPBD Serang melaporkan kejadian banjir yang terjadi di dua desa yakni Desa Batu Kuwung dan Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan kejadian banjir yang terjadi di dua desa yakni Desa Batu Kuwung dan Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang. Banjir ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (28/11) pukul 22.30 WIB. (BPBD Kabupaten Serang)

Banjir di Dua Desa di Kabupaten Serang Berangsur Surut ~ Headline.co.id (Serang). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan kejadian banjir yang terjadi di dua desa yakni Desa Batu Kuwung dan Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang. Banjir ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (28/11) pukul 22.30 WIB.

Baca juga: Polsek Wanasari Rutin Pantau Debit Air Sungai Pemali

Read More

Sebanyak 408 KK / 1.230 jiwa terdampak atas kejadian ini. Selain itu, terdapat 330 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian muka air berkisar antara 10 – 120 sentimeter.

BPBD Kabupaten Serang bersama tim gabungan berkoordinasi melakukan kaji cepat dan penanganan terhadap warga terdampak. Untuk sektor pendidikan dan kesehatan dilaporkan tidak terganggu atas kejadian ini. Kondisi terkini dilaporkan, banjir sudah mulai berangsur surut.

Baca juga: Begini Cara Tetap Terhubung ke WhatsApp Meski Baterai Ponsel Habis

Berdasarkan prakiraan hujan dasarian BMKG November Dasarian III periode 21 – 30 November 2021, untuk wilayah Provinsi Banten sebagian besar memiliki potensi curah hujan dengan kategori menengah dengan angka 100 – 150 mm. Dikatakan tinggi apabila angkanya berkisar 150 – 300 mm dan sangat tinggi apabila lebih dari 300 mm. Namun, untuk wilayah Banten bagian barat memiliki potensi waspada curah hujan diatas 150 mm atau berada pada kisaran tinggi.

Baca juga: Ama Gusti Azis: Pertunjukan Seni Virtual Kolosal, Inovasi Pembelajaran Seni di Masa Pandemi

Merespond hal ini, BNPB menghimbau pemerintah daerah dan pejabat setempat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Keikutsertaan unsur pentaheliks juga diharapkan mampu menjadi kunci dalam penanganan bencana banjir, tentunya untuk bersama-sama menyiapkan kajian dan rencana jangka panjang agar kejadian ini tidak terus berulang.

Baca juga: Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *