Headline.co.id, Jakarta ~ Klasemen Barcelona vs Racing Santander semakin memperlihatkan dominasi Blaugrana setelah tim asuhan Hansi Flick menang telak 7-2 pada pekan keenam Liga Spanyol 2026-2027 di Camp Nou, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Tambahan tiga poin membawa Barcelona mengoleksi nilai sempurna 18 poin dari enam pertandingan sekaligus mempertahankan posisi puncak klasemen. Racing Santander, sementara itu, berada di peringkat ke-10 dengan tujuh poin.
Hasil klasemen Barcelona vs Racing Santander tersebut sekaligus memperpanjang catatan 100 persen kemenangan Barcelona di LaLiga musim ini. Selain belum kehilangan poin, Blaugrana tampil produktif dengan mengemas 28 gol hanya dalam enam pertandingan liga.
Klasemen Barcelona vs Racing Santander juga menggambarkan perbedaan perjalanan kedua tim pada awal musim. Barcelona menyapu bersih seluruh enam pertandingan dengan kemenangan, sedangkan hasil di Camp Nou membuat Racing Santander belum mampu mendekati perolehan poin tim Catalan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Barcelona Pertahankan Puncak Klasemen dengan 18 Poin
Barcelona memasuki pekan keenam dengan momentum kemenangan dan mampu mempertahankannya ketika menghadapi Racing Santander.
Kemenangan 7-2 memastikan Barcelona mengoleksi 18 poin dari kemungkinan maksimal 18 poin.
Pasukan Hansi Flick tidak hanya mempertahankan puncak klasemen sementara Liga Spanyol, tetapi juga mencatat produktivitas tinggi dengan torehan 28 gol.
Catatan tersebut menjadi salah satu aspek penting dari start Barcelona pada musim 2026-2027. Tim Catalan mampu menggabungkan kemenangan sempurna dengan jumlah gol yang tinggi dalam enam pertandingan pertama.
Menurut statistik Mister Chip yang tercantum dalam bahan pertandingan, catatan tersebut belum pernah terjadi sebelumnya di Liga Spanyol.
“Belum pernah ada tim mana pun dalam sejarah Liga Spanyol yang menggabungkan awal sempurna setelah enam pertandingan pertama dengan mencetak minimal 28 gol,” demikian catatan Mister Chip.
Sevilla pernah mencetak 32 gol dalam enam pekan pertama pada musim 1940-1941. Namun, tim yang saat itu ditangani Pepe Brand hanya meraih empat kemenangan dari enam pertandingan awal.
Raphinha Hat-trick Saat Barcelona Menang 7-2
Kesempurnaan Barcelona di klasemen tidak lepas dari kemenangan besar atas Racing Santander.
Raphinha menjadi pemain paling menonjol setelah mencetak tiga gol. Dua gol di antaranya lahir dari titik penalti.
Barcelona membuka keunggulan melalui Joao Cancelo ketika pertandingan memasuki menit kedelapan. Cancelo melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke sudut kanan atas gawang.
Raphinha kemudian menggandakan keunggulan Barcelona lewat penalti setelah Pedro Felipe melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang.
Racing Santander memberikan respons melalui Maguette Gueye yang memperkecil ketertinggalan pada menit ke-30.
Namun, tekanan Barcelona kembali menghasilkan gol. Tembakan Cancelo membentur Asier Villalibre sebelum masuk ke gawang Racing dan dicatat sebagai gol bunuh diri.
Raphinha kemudian menambah satu gol lagi sebelum berakhirnya babak pertama setelah menerima bola dari Dani Olmo.
Barcelona pun menutup paruh pertama dengan keunggulan 4-1.
Racing Santander Sempat Perkecil Ketertinggalan
Racing Santander masih mencoba memberikan perlawanan pada babak kedua.
Yassir Zabiri berhasil memperkecil kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan Wojciech Szczesny, yang masuk menggantikan Joan Garcia pada awal babak kedua.
Zabiri merebut bola dari Szczesny di dalam kotak penalti sebelum memasukkannya ke gawang yang telah kosong.
Skor menjadi 4-2, tetapi Barcelona segera kembali mengambil kendali pertandingan.
Blaugrana memperoleh tendangan penalti setelah Iker Luque melanggar Karim Adeyemi.
Raphinha maju sebagai eksekutor dan kembali berhasil mencetak gol. Gol tersebut melengkapi hat-trick pemain Brasil itu sekaligus mengubah kedudukan menjadi 5-2.
Barcelona kemudian menambah dua gol pada periode akhir pertandingan.
Gabriel Jesus mencetak gol pertamanya untuk Barcelona pada menit ke-79 setelah menerima umpan dari Lamine Yamal.
Yamal kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-89. Gol tersebut berawal dari pergerakan Adeyemi yang menggiring bola dari area permainan sendiri sebelum memberikan umpan kepada Yamal.
Skor 7-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Barcelona Bukan Hanya Unggul Poin, tetapi Juga Produktif
Posisi Barcelona di puncak klasemen sementara didukung produktivitas lini serang yang tinggi.
Dalam enam pertandingan Liga Spanyol, Barcelona telah mencetak 28 gol.
Jumlah tersebut berarti Blaugrana tidak sekadar mampu memenangi seluruh pertandingan, tetapi juga menciptakan banyak gol dalam prosesnya.
Produktivitas itu berlanjut apabila seluruh kompetisi dihitung.
Barcelona telah memainkan tujuh pertandingan resmi pada musim ini, termasuk pertandingan Liga Champions menghadapi Feyenoord.
Seluruh tujuh laga tersebut berakhir dengan kemenangan Barcelona.
Total, Barcelona sudah menghasilkan 33 gol dari tujuh pertandingan resmi.
Menurut Stats Foot dalam bahan pertandingan, Barcelona untuk pertama kalinya sejak periode pascaperang mampu mengemas 33 gol dalam tujuh pertandingan resmi pertama pada satu musim.
Start Barcelona Menyerupai Catatan 111 Tahun Lalu
Kombinasi tujuh kemenangan dan jumlah gol yang tinggi membawa Barcelona mendekati catatan sejarah klub yang sudah berusia lebih dari satu abad.
Mister Chip mencatat Barcelona terakhir kali memulai sebuah musim dengan tujuh kemenangan beruntun dan sedikitnya 33 gol terjadi 111 tahun lalu.
Peristiwa tersebut terjadi pada musim 1915-1916.
Barcelona yang ketika itu ditangani Jack Greenwell mengawali musim dengan tujuh kemenangan beruntun dan mencetak 44 gol.
Rangkaian kemenangan pada musim 2026-2027 dengan demikian tidak hanya berdampak pada klasemen saat ini, tetapi juga menempatkan Barcelona dalam catatan statistik langka sepanjang sejarah klub.
Hansi Flick Catat Rasio Kemenangan 77 Persen
Performa Barcelona juga memperkuat catatan Hansi Flick selama menangani Blaugrana.
Pelatih asal Jerman itu telah mencatat 95 kemenangan dari 124 pertandingan resmi bersama Barcelona.
Persentase kemenangan Flick mencapai 77 persen.
Berdasarkan catatan Stats Foot yang terdapat dalam bahan, persentase tersebut menjadi rasio kemenangan terbaik seorang pelatih Barcelona pada abad ke-21.
Flick berada di atas Luis Enrique yang mencatat persentase kemenangan sebesar 76 persen.
Enam kemenangan beruntun di Liga Spanyol musim ini turut memperkuat statistik Flick bersama Barcelona.
Tiga Penalti Warnai Pesta Gol Barcelona
Selain soal klasemen dan produktivitas gol, pertandingan melawan Racing Santander menghasilkan catatan langka lainnya.
Barcelona memperoleh tiga tendangan penalti dalam satu pertandingan.
Raphinha mampu mengubah dua penalti menjadi gol. Sementara itu, satu penalti yang dieksekusi Lamine Yamal berhasil dihentikan kiper Racing Santander Julien Agirrezabala.
Menurut catatan Mister Chip, Barcelona hanya tiga kali sebelumnya mendapat tiga penalti dalam sebuah pertandingan Liga Spanyol.
Peristiwa serupa terjadi ketika Barcelona menghadapi Sabadell pada 1944, Osasuna pada 1994, dan Sporting Gijon pada 2016.
Seluruh pertandingan tersebut juga berlangsung di kandang Barcelona.
Racing Santander Berada di Peringkat Ke-10
Hasil 7-2 membuat situasi kedua tim dalam klasemen semakin berbeda.
Barcelona kukuh di posisi pertama dengan 18 poin setelah memenangi seluruh enam pertandingan yang dimainkan.
Racing Santander sementara berada di peringkat ke-10 dengan tujuh poin.
Bagi Barcelona, kemenangan tersebut sekaligus mempertahankan tren sempurna sejak awal musim.
Dengan 18 poin dan 28 gol dari enam pertandingan LaLiga serta tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan resmi, Barcelona melanjutkan awal musim produktif sekaligus mempertahankan kendali atas puncak klasemen sementara Liga Spanyol.
Susunan pemain:
Barcelona: Garcia (Szczesny 46′), Eric Garcia, Christensen, Martin, Cancelo (Balde 78′), Pedri (Gavi 61′), Rodri (Bernal 61′), Olmo, Lamine Yamal, Adeyemi, Raphinha (Gabriel Jesus 69′).
Racing Santander: Agirrezabala, Martin, Gonzalez (Salinas 86′), Pedro (Luque 59′), Hernando, Prati, Maza Serna (Guliashvili 78′), Gueye, Canales, Villalibre (Vicente 59′), Arana (Zabiri 59′).





















