Headline.co.id, Timika ~ Papua Tengah – Insiden penembakan terhadap konvoi kendaraan PT Freeport Indonesia di jalur tambang Mile Point 60, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, terjadi pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 08.25 WIT. Tiga kendaraan dalam konvoi tersebut, yang terdiri dari dua bus dan satu truk derek, menjadi sasaran tembakan. Meski mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa aparat gabungan segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan. “Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat tiga kendaraan yang terkena tembakan, yaitu dua unit bus dan satu unit truk derek. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” ujar Yusuf di Timika, Jumat (4/9/2026).
Para pengemudi kendaraan yang terkena tembakan melaporkan mendengar suara letusan saat melintas di kawasan tersebut. Pengemudi bus nomor lambung 140591 dan 140575 baru menyadari kendaraannya terkena tembakan setelah dilakukan pemeriksaan. Sementara itu, pengemudi truk derek nomor lambung 021074 mendengar tiga kali suara tembakan dari arah kiri jalan saat rombongan bergerak dari Pos RPU 47 menuju Pos RPU 46.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menindaklanjuti kejadian ini, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Mimika dan unsur terkait melakukan pemeriksaan kendaraan serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, petugas mengamankan barang bukti berupa serpihan kaca kendaraan, enam serpihan logam, dan tiga selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter. Semua temuan tersebut telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Meski sejumlah barang bukti telah ditemukan, polisi belum menetapkan kelompok atau pihak tertentu sebagai pelaku. Yusuf menegaskan bahwa penyidik masih mencocokkan keterangan para saksi dengan barang bukti dan temuan di lapangan. “Pihak yang diduga sebagai pelaku masih dalam proses penyelidikan. Petugas masih mendalami keterangan saksi, barang bukti, dan temuan di lapangan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” kata Yusuf.
Manajemen PT Freeport Indonesia telah melaporkan insiden ini ke Polsek Tembagapura melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/13/IX/2026/SPKT/Polsek Tembagapura/Polres Mimika/Polda Papua Tengah. Polisi bersama unsur terkait terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan motif serta pihak yang terlibat. “Penyelidikan terus berjalan. Kami akan mendalami setiap temuan secara profesional dan berdasarkan fakta, sehingga proses penanganan perkara dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Yusuf.
Saat kejadian, konvoi PT Freeport Indonesia terdiri dari 15 kendaraan, yakni 13 bus, satu truk derek, dan satu mobil boks. Hingga kini, aparat masih memburu pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.




















