Raup Keuntungan 500 Juta, Penipu Online Dibuat Menyerah oleh Ditreskrimsus Polda DIY

  • Whatsapp
Press Conference Ditreskrimsus Polda DIY ungkap kasus penipuan online
Press Conference Ditreskrimsus Polda DIY ungkap kasus penipuan online pada Rabu (14/4)

Headline.co.id (Yogyakarta) ~ Ditreskrimsus Polda DIY berhasil meringkus 2 kasus Tindak pidana menyebarkan berita bohong yang dapat merugikan konsumen (Penipuan Online). Pelaku di tangkap dari dua laporan korban yang tersipu saat membeli barang melalui media online.

baca juga: Sebar Video Mesum Bersama Mantan Pacar, Pemuda di Sleman Ditangkap Polisi

Read More

2 tersangka yang berhasil diamankan oleh Ditreskrimsus Polda DIY berinisial MA (39) seorang pria adal Medan Sumatera Utara, dan JU (27) Pria Asal Batam Kepulauan Riau.

“Tersangka MA ditangkap berdasarkan laporan dari korban Aminah yang telah ditipu saat membeli barang di media online, Tersangka menawarkan beberapa produk diantaranya adalah berat mati, dll,” ujar Wadirkrimsus Polda DIY, AKBP FX Endriadi, SIK kepada Headline.co.id di Mapolda DIY.

Endriadi menambahkan, modus penipuan ini berawal dari tersangka memposting dan menawarkan kurma, beras, dan sembako menggunakan facebook Hasan Ali di Facebook. Dengan harga yang mengiurkan korban kemudian memesan 10 sak berat mati dan membayarnya melalui transfer. Namun setelah tunggu, korban merasa dirugikan kemudian melaporkan ke Ditreskrimsus Polda DIY pada Rabu (14/4).

baca juga: Ditreskrimsus Polda DIY Berhasil Ringkus 2 Pelaku Jual Beli Hewan Dilindungi Melalui Media Online

“Karena yakin harganya murah, antara penjual dan pembeli melakukan komunikasi dan transfer, Karena yakin harganya murah korban,” ungkap Endriadi .
Berdasarkan laporan korban, unit siber kemudian melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap akun-akun dan bukti transfer sehingga secara teknik dapat dipastikan bahwa pelakunya atas nama MA.

“Secara teknik kita bisa memastikan bahwa pelakunya atas nama MA ini merupakan pelaku penipuan online tersebut sehingga dengan bukti-bukti tersebut unit siber melakukan penangkapan dan penyitaan barang bukti dan kemudian dilakukan penyidikan,” imbuhnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, Lanjut Endriadi, Ma sudah melakukan penipuan sejak tahun 2020 bahkan hingga sampai keluar pulau diantaranya Pekanbaru, Jawa Timur, Banten, dll. Dari melakukan penipuan online korban memiliki keungungan sekitar Rp 500 Juta.

baca juga: Apa Arti Ramadhan Kareem dan Ramadan Mubarak, Ini Pengertian Lengkapnya?

Dari pelaku MA polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga simcard Telkomsel, satu simcard Smartfren, dan satu unit HP Oppo F9 warna biru tua.
Sementara tersangka penipuan online JU diawali dari laporan korban Arditia Agus Setyo pada Februari 2021. Korban sedang mencari sepeda dengan merk Polygon Stratos di media online kemudian pelaku menawarkan memiliki produk tersebut dan menawarkan dengan harga yang lebih murah dari pada dipasaran.

Ketika sudah melakukan transfer ke nomor rekening tersangka, JU mengaku tidak menerima transferan dari korban.

baca juga: Bagaimana Hukum Ngupil dan Mengorek Telingga, Apakah Membatalkan Puasa atau tidak?

“Berdasarkan laporan dari korban, kami melakukan penyelidikan terhadap akun dan rekening. Setelah melakukan proses penyelidikan kami berhasil menangkap tersangka atas nama JA di Bali,” ungkapnya.

“Pengungkapan ini bisa menghentikan penipuan-penipuan online sehingga korban-korban yang ada di daerah Jogja bisa kita lindungi dari penipuan ini,” imbuhnya.

Berdasarkan perbuatan pelaku akan dikenakan Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan sangsi pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar dan/ atau 378 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *