Bagaimana Hukum Ngupil dan Mengorek Telingga, Apakah Membatalkan Puasa atau tidak?

  • Whatsapp
Apakah Mengorek Telingga dapat membatalkan Wudhu dan Puasa
Ilustrasi Mengorek Telinga (ist)

Bagaimana Hukum Ngupil dan Mengorek Telingga, Apakah Membatalkan Puasa atau tidak? ~ Headline.co.id (Ramadhan). Puasa merupakan rukun islam yang ke tiga dan juga menjadi salah satu ibadah wajib dan sunah yang biasa dilakukan oleh umat muslim di Dunia. Puasa wajib seperti setiap tahun dijalanai yakni puasa ramadhan, sementara puasa sunah adalah puasa lain selain bulan suci ramadhan seperti puasa syawal, puasa senin kamis dan masih banyak puasa sunah lainnya.

baca juga: Apa Arti Ramadhan Kareem dan Ramadan Mubarak, Ini Pengertian Lengkapnya?

Read More

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga melainkan harus menjaga lisan dan perbuatan terutama menjegah hawa nafsu kita dan mengarahkan kegiatan ke hal yang positif. Dan kita juga harus menghindari hal-hal yang membatalkan puasa salah satunya adalah dilarang memasukan benda apapun kedalam rongga mulut atau rongga tubuh.

Lalu bagaimana dengan hulum ngupil dan mengorek terlingga? Apakah bisa membatalkan puasa atau tidak?

Dilansir Headline.co.id dari Kompas.com, ustadz Maulana menjelaskan bahwa ngupil dan mengorek telingga tidak membatalkan puasa.

baca juga: Inilah Keutamaan dan Hikmah Puasa di Bulan Ramadhan yang Wajib Umat Islam Tau

Ia menjelaskan bahwa hukum ngupul dan juga mengorek telingga adalah makruh.

“Hukumnya makruh yang membahayakan puasa,” kata Ustaz Maulana

Ustaz Maulana mengatakan, Allah SWT pernah berfirman dalam Quran surat Al Baqarah ayat 187 sebagai berikut:

“Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.”

baca juga: Inilah Pendapat Ulama dan Niat Bacaan Puasa Ramadhan Sebulan Penuh 1442 H 2021

Selain itu, Syeikh Taqiyuddin Abu Bakar Al-Husaini juga membahas hal ini di dalam kitabnya, Kifayatul Akhyar:

“Ketahuilah, seyogyanya orang yang berpuasa itu menahan dirinya dari segala sesuatu yang dapat membatalkan. Dan itu bermacam-macam, di antaranya adalah makan dan minum dengan segaja walaupun sedikit. Begitupun dengan perkara yang dimaknai makan. Kesimpulannya, puasa menjadi batal dengan masuknya suatu benda, dari luar badan ke dalam badan, melalui lubang yang terbuka, dengan sengaja, dan sedar akan puasanya. Syarat sesuatu disebut ‘bagian dalam badan’ ialah ada dalam Jauf (rongga dalam). Walapun benda yang masuk tak berubah warna dan demikianlah yang sahih.

Ustaz Maulana berujar jika mengorek telinga atau hidung (mengupil) selagi tidak dalam (tidak masuk rongga) adalah tidak membatalkan puasa.

Meski hukumnya makruh namun mengorek telinga dan mengupil terlalu dalam sampai ke dalam rongga maka dapat membatalkan puasa.

baca juga: Kumpulan Ucapan Sambut Ramadhan 2021 yang bisa untuk Status Sosial Media

Salah satu ulama yang juga membahas mengenai hal ini adalah yakni Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibary dalam kitabnya, Fath al-Mu’in:

“Batal puasa disebabkan masuknya benda ‘ain (yang jelas, dapat dilihat) sekalipun hanya sedikit kedalam (bagian) yang disebut Jauf (rongga dalam).”

“Kalau pakai alat yang membahayakan puasa, bisa jadi membatalkannya kalau sampai alatnya tertinggal di dalam, karena sampai menjangkau rongga dalam,” jelas Ustaz Maulana.

baca juga: Hukum dan Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Buka Puasa Yang Benar Beserta Artinya

Lebih lanjut, walaupun dapat berakibat membatalkan puasa, mengupil dan mengorek telinga tidak dilarang untuk dilakukan. Tetapi ada baiknya hal tersebut dilakukan pada saat sudah berbuka puasa atau saat malam hari.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *