Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia berencana memperluas intervensi stunting melalui pemberdayaan ekonomi pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi angka stunting yang masih tinggi di berbagai daerah. Program ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, guna memastikan intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Menurut data terbaru, angka stunting di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan untuk menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu strategi yang diusulkan adalah dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber daya ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan anak-anak.
Program pemberdayaan ekonomi ini akan difokuskan pada peningkatan keterampilan dan akses ke pasar bagi keluarga yang rentan terhadap stunting. Pemerintah juga akan memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan dan modal usaha bagi keluarga yang membutuhkan. Dengan demikian, diharapkan keluarga-keluarga tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan gizi anak-anak mereka.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi antarinstansi untuk memastikan program ini berjalan lancar. Diharapkan, dengan adanya sinergi berbagai pihak, target penurunan angka stunting dapat tercapai sesuai dengan rencana. Program ini juga akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya dalam jangka panjang.
















