Highlight Berita:
Headline.co.id, Bantul ~ Program Studi S1 Farmasi Universitas Alma Ata (UAA) berkolaborasi dengan PAUD Aisyiyah ABA Tegalsari mengedukasi orang tua mengenai pengelolaan obat yang aman dan pemenuhan gizi seimbang bagi anak, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang digelar di Serambi Masjid An Noer, Tegalsari, Banguntapan, tersebut menjadi bagian dari semarak Hari Farmasi Sedunia atau World Pharmacists Day yang diperingati setiap 25 September. Edukasi dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbalut parenting dengan melibatkan Prodi S1 Gizi UAA, guru, karyawan, wali murid KB-TK ABA Tegalsari, serta masyarakat sekitar.
Mengusung tema “Mewujudkan Anak Sehat, Tangguh, dan Cerdas Melalui Gizi Seimbang serta Bijak Obat dalam Pengelolaan Obat”, kegiatan tersebut memadukan edukasi tentang keamanan penggunaan obat di tingkat keluarga dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Pada sesi pertama, materi pengelolaan obat dengan prinsip DAGUSIBU disampaikan apt. Ari Susiana Wulandari, M.Sc. dari Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata.
Dalam materi bertajuk “Bijak Mengelola Obat dengan DAGUSIBU”, Ari menjelaskan tata cara pengelolaan obat yang benar mulai dari memperoleh, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat.
DAGUSIBU Dorong Pengelolaan Obat yang Aman
Prinsip DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang. Masyarakat didorong mendapatkan obat melalui fasilitas resmi seperti apotek, klinik, maupun rumah sakit.
Obat juga harus digunakan sesuai dosis, aturan pakai, serta petunjuk tenaga medis. Dalam penyimpanannya, masyarakat perlu memperhatikan suhu dan kondisi lingkungan agar mutu obat tetap terjaga.
Sementara obat yang telah kedaluwarsa atau rusak perlu dibuang dengan cara yang aman sehingga tidak menimbulkan risiko dan mencemari lingkungan.
Ari juga menekankan pentingnya masyarakat memahami perbedaan antara Expired Date (ED) dan Beyond Use Date (BUD) saat menyimpan maupun menggunakan obat di rumah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu bijak dalam mengelola dan mengonsumsi obat di rumah tangga. Jangan ragu untuk menerapkan jargon ‘Tanya Obat, Tanya Apoteker’ guna memastikan keamanan serta efektivitas pengobatan keluarga,” tutur apt. Ari Susiana Wulandari, M.Sc.
Orang Tua Dibekali Pengetahuan Gizi Anak

Selain pengelolaan obat, kegiatan tersebut membahas pemenuhan gizi anak melalui sesi yang disampaikan Pramitha Sari, S.Gz., RD, M.H.Kes. dan Rindi Nuryani, S.Gz., RD, M.K.M.
Keduanya memberikan sejumlah langkah praktis kepada peserta untuk menciptakan suasana makan anak yang menyenangkan dan mengurangi persoalan yang sering muncul ketika anak makan.
Materi juga mencakup penerapan prinsip “Isi Piringku” sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Para peserta turut mendapatkan penjelasan mengenai strategi menghadapi food neophobia, yakni kondisi ketika anak enggan mencoba makanan tertentu atau cenderung memilih-milih makanan.
Tidak hanya membahas pola makan, masyarakat juga diajak lebih cermat membaca dan menganalisis informasi pada label gizi yang tercantum dalam kemasan makanan maupun minuman.
Kolaborasi Farmasi dan Gizi untuk Kesehatan Keluarga
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dengan keterlibatan para peserta selama sesi edukasi. Kehadiran wali murid, guru, karyawan sekolah, serta masyarakat sekitar menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai kesehatan keluarga.
Kepala PAUD Aisyiyah ABA Tegalsari, Umi Handayani, S.Pd. AUD., mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan melalui kolaborasi Farmasi UAA, Gizi UAA, dan PAUD Aisyiyah ABA Tegalsari tersebut.
“Matur nuwun sudah berbagi ilmu dan mencerahkan wali murid,” ungkap Umi Handayani.
Melalui edukasi mengenai DAGUSIBU dan gizi seimbang tersebut, orang tua diharapkan memiliki pemahaman yang semakin baik dalam mengelola obat keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi anak.
Sinergi pengetahuan mengenai penggunaan obat yang tepat dan pola makan seimbang diharapkan dapat mendukung keluarga di lingkungan Tegalsari dalam membentuk generasi anak yang sehat, tangguh, dan cerdas.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















