Headline.co.id ~ Empat Jembatan Garuda di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, rampung 100 persen pada Kamis (13/8/2026). Infrastruktur yang dibangun melalui program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu membuka akses masyarakat menuju sekolah, lahan pertanian, pusat kegiatan ekonomi, dan fasilitas pelayanan publik. Keempat jembatan tersebut tersebar di Kelurahan Kassi, Kelurahan Mappasaile, Kelurahan Boriappaka, dan Desa Tompobulu. Pembangunan dilakukan untuk memperkuat konektivitas, terutama di wilayah yang belum memiliki jembatan permanen memadai.
Empat Jembatan Garuda Pangkep itu merupakan bagian dari 3.395 Jembatan Garuda di berbagai wilayah Indonesia yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara daring.
Empat jembatan telah rampung
Salah satu infrastruktur yang telah selesai adalah Jembatan Garuda Jennae di Kelurahan Kassi. Jembatan tersebut kini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan memperkuat hubungan antarwilayah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dandim 1421/Pangkep Letkol Czi Bhakti Yuhandika mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda diarahkan untuk membuka akses masyarakat pada titik-titik yang belum terjangkau jembatan besar.
“Jembatan Garuda ini merupakan program prioritas Presiden untuk masyarakat, khususnya di titik-titik yang belum terjangkau jembatan besar. Ini dibutuhkan untuk akses anak sekolah, akses ekonomi, jalan tani maupun kebutuhan masyarakat lainnya,” kata Bhakti.
Menurut Bhakti, hasil pendataan menunjukkan terdapat 32 titik di Kabupaten Pangkep yang direncanakan mendapat pembangunan Jembatan Garuda. Dari jumlah tersebut, empat jembatan telah rampung, sementara pembangunan di titik lainnya akan dilakukan secara bertahap.
“Ke depan, setiap bulan akan dibangun empat jembatan untuk memenuhi target sampai akhir tahun,” ujarnya.
Pembangunan menghadapi tantangan akses
Program Jembatan Garuda dilaksanakan secara nasional melalui TNI Angkatan Darat. Dalam pelaksanaannya, pembangunan di Pangkep menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi geografis dan akses menuju lokasi.
Bhakti menyebut hambatan yang dihadapi lain akses yang sulit, pengiriman material, serta kondisi air yang dipengaruhi pasang surut. Meski demikian, pengerjaan tetap dioptimalkan dengan memanfaatkan waktu yang tersedia.
“Memang ada beberapa hambatan, seperti akses yang sulit, dropping material, kemudian pasang surut air. Tetapi kita tetap optimalkan waktu yang ada untuk bekerja,” jelasnya.
Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses pembangunan jembatan di wilayah yang membutuhkan penghubung baru. Dengan penyelesaian empat jembatan, akses masyarakat di sejumlah lokasi di Pangkep kini dapat ditunjang oleh infrastruktur permanen.
Diharapkan mendukung pendidikan dan ekonomi
Bhakti berharap kehadiran Jembatan Garuda memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Manfaat itu mencakup kelancaran perjalanan anak menuju sekolah, dukungan terhadap aktivitas ekonomi dan pertanian, serta kemudahan akses menuju fasilitas pemerintah.
Selain menjadi penghubung, jembatan tersebut diharapkan membantu masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih mudah. Akses menuju jalan tani, pusat kegiatan ekonomi, serta fasilitas pelayanan publik menjadi bagian dari sasaran program pembangunan tersebut.
“Ini merupakan mimpi besar Bapak Presiden. Kita berharap program ini memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, utamanya akses pendidikan, perekonomian, jalan tani, serta mendekatkan masyarakat dengan akses fasilitas pemerintah maupun fasilitas lainnya,” pungkas Bhakti.
Program Jembatan Garuda di Pangkep diharapkan terus menjangkau wilayah yang membutuhkan akses penghubung. Pembangunan yang dilakukan secara bertahap ditargetkan memperluas mobilitas masyarakat serta mendukung perkembangan kegiatan sosial dan ekonomi di daerah tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















