Headline.co.id, Tanah Datar ~ Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menegaskan pentingnya penguatan koordinasi organisasi perangkat daerah (OPD) dan satuan pendidikan dalam pengelolaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Penegasan itu disampaikan dalam Exit Meeting Pemeriksaan Pendahuluan Kinerja atas Efektivitas Upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam Pengelolaan BOSP untuk Mendukung Pemenuhan Layanan Pendidikan 2025 sampai dengan Semester II 2026 di Indojolito Batusangkar, Senin (28/9/2026). Pemeriksaan dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menilai efektivitas pengelolaan dana BOSP, termasuk aspek integritas dan risiko pengelolaannya. Hasil pemeriksaan tersebut akan digunakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut perbaikan.
Hasil pemeriksaan menjadi dasar perbaikan BOSP
Ahmad Fadly mengatakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akan menindaklanjuti rekomendasi BPK RI, terutama melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) BOSP di tingkat satuan pendidikan. Pemerintah daerah juga akan memperhatikan ketepatan waktu dan kesesuaian pelaporan realisasi dana BOSP dengan ketentuan yang berlaku.
“Hasil ini akan menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK RI, meningkatkan kapasitas SDM BOSP di tingkat satuan pendidikan dan memastikan pelaporan realisasi dana BOSP dilaksanakan tepat waktu dan sesuai ketentuan,” ujar Ahmad Fadly.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Ahmad Fadly, penguatan koordinasi OPD dan satuan pendidikan diperlukan dalam pengelolaan dana yang berkaitan langsung dengan pemenuhan layanan pendidikan tersebut. Koordinasi itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperbaiki tata kelola BOSP berdasarkan hasil pemeriksaan.
Empat aspek pengelolaan dana BOSP
Pengendali Teknis BPK RI Perwakilan Sumatra Barat Weliya Elfajri menyampaikan pemeriksaan di Kabupaten Tanah Datar berlangsung selama 30 hari. Pemeriksaan itu menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
Weliya menjelaskan, BPK memberikan perhatian pada empat aspek utama dalam penilaian integritas dan risiko pengelolaan dana BOSP. Aspek tersebut meliputi transparansi dan perencanaan, pengadaan barang dan jasa di sekolah, keabsahan laporan keuangan dan administrasi, serta pengelolaan dan penggunaan dana.
“BPK memetakan empat aspek utama penilaian integritas dan risiko dalam pengelolaan dana BOSP, yaitu transparansi dan perencanaan, pengadaan barang dan jasa di sekolah, keabsahan laporan keuangan dan administrasi, serta pengelolaan dan penggunaan dana,” sampainya.
Keempat aspek tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan pendahuluan kinerja atas upaya pemerintah daerah dalam mengelola BOSP untuk mendukung pemenuhan layanan pendidikan. Rekomendasi hasil pemeriksaan selanjutnya menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki pengelolaan dana BOSP.
Apresiasi kepada BPK RI Perwakilan Sumatra Barat
Dalam kesempatan itu, Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi kepada BPK RI Perwakilan Sumatra Barat yang telah melaksanakan pemeriksaan di Kabupaten Tanah Datar. Ia menilai pemeriksaan tersebut penting untuk mendorong tata kelola keuangan daerah yang transparan, tertib, dan akuntabel.
“Kehadiran BPK RI merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan tata keuangan daerah yang transparan, tertib dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan BOSP yang langsung menyentuh layanan pendidikan di satuan pendidikan. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada BPK RI,” kata Ahmad Fadly.
Ahmad Fadly juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan tugas di Kabupaten Tanah Datar terdapat kekurangan maupun hambatan dalam mendukung proses pemeriksaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Abdurahman Hadi, Asisten Administrasi Umum Sri Mulyani, Inspektur Kabupaten Tanah Datar Helfy Rahmy Harun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Alfi Hidayati, sejumlah kepala OPD, serta undangan lainnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















