Headline.co.id, Solok ~ Sebanyak 75 relawan Tanah Datar diberangkatkan ke Kabupaten Solok, Sumatra Barat, pada Senin (28/9/2026) untuk membantu pemulihan pascabanjir bandang atau galodo. Relawan dari 15 nagari tersebut dilepas Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly di halaman Gedung Indojolito, Batusangkar. Mereka akan membantu membersihkan material banjir yang menimbun rumah dan perkantoran serta mendampingi masyarakat terdampak. Penugasan berlangsung selama tiga hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.
Relawan Tanah Datar Dikirim ke Lokasi Banjir Solok
Para relawan Tanah Datar terdiri atas anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, Satgas Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB), dan Satgas Penanggulangan Bencana (PB) Nagari dari 15 nagari.
Pengiriman personel dilakukan sebagai bentuk dukungan kemanusiaan kepada warga Kabupaten Solok yang terdampak banjir bandang. Selama berada di lokasi, para relawan akan terlibat dalam proses pemulihan, termasuk membersihkan material yang menimbun rumah dan perkantoran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain bantuan tenaga, relawan juga akan memberikan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Masa tugas yang semula ditetapkan selama tiga hari dapat diperpanjang apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan.
Ahmad Fadly mengapresiasi kepedulian para relawan yang bersedia turun langsung membantu masyarakat Kabupaten Solok. Ia berharap kehadiran mereka dapat meringankan beban warga setelah bencana banjir bandang.
“Saya atas nama kepala daerah sangat mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh bapak dan ibu para relawan. Kehadiran para relawan kami harapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Kabupaten Solok pasca terjadinya bencana banjir bandang. Mudah-mudahan setiap usaha dan pengabdian ini diganjar pahala oleh Allah SWT,” ujar Ahmad Fadly.
Wabup Minta Relawan Utamakan Keselamatan
Dalam pelepasan tersebut, Ahmad Fadly meminta para relawan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Perkembangan kondisi di lapangan juga diminta disampaikan secara berkala agar pelaksanaan tugas kemanusiaan dapat berjalan dengan baik.
Ia mengingatkan para relawan untuk menjaga komunikasi, bekerja secara tim, dan mematuhi arahan ketua tim. Keselamatan personel menjadi perhatian utama selama menjalankan tugas di wilayah terdampak banjir bandang.
“Terus jaga komunikasi, utamakan keselamatan diri sendiri dan jangan bertindak sendirian. Yang terpenting, jaga kekompakan, jaga nama baik serta selalu berhati-hati. Patuhi arahan ketua tim. Kami menantikan semua kembali pulang dalam keadaan sehat,” pesannya.
Ahmad Fadly juga meminta seluruh relawan menjalankan tugas dengan ikhlas. Menurut dia, kehadiran Satgas PB dan FRPB tidak hanya memberi bantuan tenaga, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian serta dukungan moril bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Laksanakan tugas dengan ikhlas. Kehadiran satgas bukan sekadar bantuan tenaga, tetapi juga menjadi harapan dan penghibur di tengah kesedihan. Terima kasih kepada keluarga yang telah melepas dan memberikan kepercayaan kepada para relawan untuk menjalankan tugas kemanusiaan ini,” katanya.
Biaya Keberangkatan Ditanggung secara Swadaya
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Tanah Datar Syofian menjelaskan, 75 personel yang diberangkatkan merupakan gabungan Satgas FRPB dan Satgas PB dari 15 nagari. Para personel akan menjalankan tugas selama tiga hari, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kebutuhan penanganan di Kabupaten Solok.
Syofian mengatakan, kehadiran relawan Tanah Datar ditujukan untuk membantu sekaligus meringankan beban warga yang terdampak banjir bandang. Ia berharap dukungan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Solok dalam proses pemulihan pascabencana.
“Tujuan kehadiran kita di sana adalah untuk membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang. Semoga keberadaan relawan Tanah Datar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Solok,” ungkapnya.
Menurut Syofian, keberangkatan Satgas FRPB dan Satgas PB ke Kabupaten Solok merupakan bentuk panggilan kemanusiaan. Seluruh biaya keberangkatan ditanggung secara swadaya oleh masing-masing relawan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















