Headline.co.id, Jakarta ~ Deflasi sebesar 0,14 persen terjadi pada Juli 2026, dipicu oleh penurunan harga komoditas pangan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa penurunan harga ini menjadi faktor utama yang mempengaruhi angka deflasi bulan tersebut. Kepala BPS, Margo Yuwono, menjelaskan bahwa penurunan harga pangan memberikan kontribusi signifikan terhadap deflasi yang terjadi.
Menurut data BPS, beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga lain cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras. Penurunan harga ini disebabkan oleh peningkatan pasokan di pasar yang melebihi permintaan. “Kondisi ini membuat harga komoditas pangan turun dan berkontribusi pada deflasi,” ujar Margo Yuwono dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.
Selain itu, Margo juga menambahkan bahwa deflasi ini merupakan indikasi positif bagi perekonomian nasional, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu terus memantau perkembangan harga pangan agar tidak terjadi fluktuasi yang dapat merugikan petani dan konsumen.
Ke depan, BPS akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan komoditas pangan. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga, termasuk melalui kebijakan yang mendukung produksi dan distribusi pangan yang efisien. Dengan demikian, diharapkan inflasi dapat tetap terkendali dan perekonomian nasional dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.





















