Headline.co.id, Malang ~ Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Penghargaan ini diberikan atas inovasi dan komitmen Sidoarjo dalam membangun keluarga berkualitas, mempercepat penurunan stunting, serta mendukung program prioritas nasional. Penghargaan tersebut diserahkan kepada Bupati Sidoarjo, Subandi, sebagai pengakuan atas pelaksanaan berbagai program unggulan.
Program yang diakui lain Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), dan Makan Bergizi Gratis (MBG) sasaran 3B. Bupati Subandi menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas melalui program-program yang memperkuat peran keluarga, termasuk keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak.
Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui Surat Edaran Gerakan Ayah Mengambil Rapor Sekolah Anaknya dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan anak,” ujar Subandi pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/7/2026).
Selain itu, Subandi menekankan pentingnya percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan Posyandu dan peningkatan sanitasi lingkungan. Kabupaten Sidoarjo juga telah dinyatakan layak menyandang status Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar setelah verifikasi lapangan oleh tim Provinsi Jawa Timur. Lima pilar STBM tersebut meliputi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengamanan Sampah Rumah Tangga, serta Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Heni Kristiani, menyatakan bahwa seluruh program prioritas nasional telah diimplementasikan di Kabupaten Sidoarjo. Program TAMASYA dijalankan melalui kemitraan dengan sekitar 32 tempat penitipan anak (daycare) untuk memastikan anak memperoleh pengasuhan yang terstandar dan aman. Pemerintah daerah juga melakukan pendampingan serta pemantauan secara berkala terhadap seluruh mitra.
“Program GATI diwujudkan melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Sekolah Anaknya dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah yang telah diperkuat melalui surat edaran pemerintah daerah,” kata Heni. Selain itu, Program SIDAYA di Kabupaten Sidoarjo diwujudkan melalui Program SELANTANG atau Sekolah Lansia Tangguh, yakni pendidikan nonformal bagi warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen Pemkab Sidoarjo dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pengasuhan anak, pencegahan stunting, peningkatan kualitas sanitasi, hingga pemberdayaan lanjut usia sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045.















