Headline.co.id, Jakarta ~ Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata dan dalam kondisi tertentu diduga memicu pecahnya pembuluh darah kecil pada mata. Kondisi itu dialami Khatrin Suci Saraswati (30), perempuan asal Tanggamus, Lampung, setelah matanya terpapar abu vulkanik. Keluhan muncul ketika ia mengucek mata yang terasa kelilipan, kemudian bagian putih salah satu matanya tampak memerah pekat. Khatrin lalu memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut.
Pengalaman itu dibagikan Khatrin melalui unggahan di TikTok dan dikutip dari Detik pada Minggu (13/8/26). Ia mengatakan, kondisi mata mulai terlihat berubah setelah matanya dikucek.
“Awalnya, dua hari lalu, saya kelilipan lalu dikucek. Paginya, mata sudah seperti di video,” ujar Khatrin.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Abu Vulkanik Diduga Berkaitan dengan Kondisi Mata
Dalam video yang diunggah, hampir seluruh area putih pada salah satu mata Khatrin terlihat memerah pekat. Setelah memeriksakan diri ke dokter, ia mendapat diagnosis bahwa pembuluh darah kecil di matanya pecah. Kondisi itu diduga berkaitan dengan paparan abu vulkanik.
Khatrin menyampaikan warna merah pada matanya mulai memudar. Namun, bagian yang terdampak terlihat melebar. Pada hari kedua, ia melihat warna merah tersebut mulai berkurang, tetapi masih menyebar.
“Hari kedua sudah agak pudar merahnya, tapi masih menyebar,” terang Khatrin.
Ia mengaku tidak merasakan sakit pada mata. Namun, rasa perih muncul ketika mata diberikan obat tetes. Khatrin juga menyampaikan bahwa apabila kondisi matanya tidak membaik dalam empat hari, ia harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Empat hari ke depan, jika [mata] tidak membaik, harus pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.
Risiko Iritasi dan Luka pada Kornea
Paparan abu vulkanik pada mata dapat menyebabkan abrasi atau luka pada kornea. Kondisi tersebut berisiko memicu infeksi dan mengganggu penglihatan.
Ketika mata terasa kelilipan akibat paparan abu, masyarakat dianjurkan tidak langsung menguceknya. Mata sebaiknya dibilas menggunakan air bersih yang mengalir. Apabila mata tetap merah dan terasa sakit, masyarakat dianjurkan meminta bantuan medis.
Pengalaman Khatrin menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengucek mata, terutama ketika kondisi udara dipenuhi abu vulkanik. Mengucek mata terlalu keras dapat memicu pecahnya pembuluh darah kecil di sekitar mata.
Perdarahan Subkonjungtiva Umumnya Sembuh Sendiri
Pecahnya pembuluh darah kecil di sekitar mata dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva. Melansir American Academy of Ophthalmology (AAO), konjungtiva memiliki banyak pembuluh darah kecil yang dapat pecah.
Perdarahan tersebut biasanya terlihat sebagai bercak merah terang pada bagian putih mata. Meski tampak mengkhawatirkan, perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya dan sering kali dapat sembuh dengan sendirinya.
Namun, paparan abu vulkanik tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan iritasi, abrasi atau luka pada kornea, serta berisiko mengganggu penglihatan. Karena itu, mata yang terpapar abu sebaiknya dibilas dengan air bersih mengalir dan tidak digosok.



















