Headline.co.id, Jakarta ~ Veda Ega Pratama menutup paruh pertama Moto3 2026 dengan menempati peringkat keenam klasemen sementara setelah mengumpulkan 90 poin dari 11 balapan. Pembalap Honda Team Asia tersebut mencatatkan dua podium pada musim debutnya dan kini menjadi salah satu pesaing utama dalam perebutan gelar rookie terbaik. Setelah menjalani jeda musim panas, Veda dijadwalkan kembali berlaga pada Moto3 Inggris di Sirkuit Silverstone, 7–9 Agustus 2026.
Perjalanan Veda Ega Pratama sepanjang paruh pertama musim menunjukkan perkembangan yang konsisten. Pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu mampu bersaing di kelompok depan meski baru menjalani musim pertama di Kejuaraan Dunia Moto3.
Veda mengakui dirinya tidak memasang target terlalu tinggi ketika memulai musim. Ia awalnya menilai kemampuan bersaing di posisi 10 besar sudah menjadi pencapaian positif bagi seorang pendatang baru.
“Ya, paruh pertama musim ini, jujur, ekspektasi saya tidak tinggi banget di awal karena saya berpikir, bisa bersaing di sepuluh besar itu sudah bagus banget,” kata Veda.
Kepercayaan dirinya mulai tumbuh setelah mampu menyelesaikan seri pembuka di Thailand pada posisi kelima. Hasil tersebut menjadi sinyal awal bahwa Veda dapat bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.
Dua Podium Perkuat Posisi Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama telah mengamankan dua podium pada Moto3 2026, masing-masing dalam balapan GP Brasil dan GP Prancis. Catatan tersebut menempatkannya dalam persaingan enam besar klasemen dunia dengan koleksi 90 poin.
Pencapaian itu juga menjadi catatan penting bagi balap motor Indonesia. Veda tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang mampu meraih podium di kelas Moto3.
Dalam persaingan rookie terbaik, Veda berada di peringkat kedua. Ia masih berada di bawah pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, yang telah membukukan tiga podium, termasuk dua kemenangan.
Uriarte untuk sementara unggul 37 poin atas Veda. Namun, jarak tersebut masih memungkinkan untuk dipangkas karena musim 2026 masih menyisakan sejumlah balapan pada paruh kedua.
Veda menilai musim pertamanya tetap menjadi proses pembelajaran. Konsistensi dan kemampuan memahami karakter motor menjadi dua hal yang terus dikembangkan bersama Honda Team Asia.
“Paruh pertama masih belajar karena tahun pertama saya di Moto3. Strateginya mencoba untuk konsisten dan banyak belajar,” ujar Veda.
Bangkit dari Grid Ke-13 di Moto3 Jerman
Posisi keenam klasemen sementara diperoleh Veda setelah finis kedelapan pada Moto3 Jerman di Sirkuit Sachsenring, 12 Juli 2026. Ia memulai balapan dari posisi ke-13 dan sempat tertahan di kelompok tengah pada lap-lap awal.
Veda kemudian menjaga ritme balap serta melakukan sejumlah manuver untuk memperbaiki posisi. Ia akhirnya menyelesaikan balapan di urutan kedelapan dan berhak memperoleh tambahan delapan poin.
Tambahan poin tersebut membuat Veda menyalip pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang mengoleksi 86 poin. Meski demikian, hasil di Sachsenring belum sepenuhnya memenuhi harapan Veda karena ia sebelumnya menunjukkan kecepatan kompetitif dalam sesi latihan.
“Finis di posisi kedelapan bukanlah hasil yang kami harapkan setelah melihat kecepatan yang kami tunjukkan pada hari Jumat, namun tetap penting untuk meraih poin dan terus belajar,” ujar Veda dalam rilis Honda Team Asia.
Veda sempat mencatatkan waktu tercepat pada sesi practice Moto3 Jerman. Kecepatan itu menunjukkan bahwa dirinya memiliki kemampuan bersaing di barisan depan, meskipun harus memulai balapan dari grid ke-13.
Pembalap muda tersebut juga merasa semakin nyaman mengendarai motor Honda Team Asia. Kemajuan teknis dan meningkatnya rasa percaya diri menjadi modal menjelang putaran berikutnya.
“Saya senang dengan kemajuan yang kami capai bersama tim. Setiap akhir pekan saya merasa semakin percaya diri saat mengendarai motor,” katanya.
Silverstone Jadi Awal Persaingan Paruh Kedua
Moto3 Inggris di Sirkuit Silverstone akan menjadi seri pertama setelah jeda musim panas. Balapan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Veda Ega Pratama untuk mempertahankan posisi enam besar dan memangkas selisih poin dari pembalap di atasnya.
Sirkuit Silverstone dikenal memiliki lintasan berkecepatan tinggi yang menuntut keberanian, konsentrasi, serta ketepatan memilih jalur balap. Veda akan menghadapi tantangan untuk kembali beradaptasi setelah beberapa pekan tidak mengikuti perlombaan.
Selama jeda, Veda memilih kembali ke Indonesia untuk menjalani pemulihan dan persiapan fisik. Ia juga memanfaatkan waktu dengan berlatih di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
“Saya akan memanfaatkan jeda musim panas ini untuk memulihkan diri, melakukan persiapan matang, dan kembali dengan performa yang lebih kuat di Silverstone,” ujar Veda.
Konsistensi pada balapan berikutnya akan menentukan peluang Veda menembus lima besar klasemen Moto3 2026. Selisih poin dengan para pembalap di atasnya masih terbuka untuk dikejar apabila ia mampu kembali meraih podium atau secara rutin finis di kelompok depan.
Selain mengejar posisi klasemen dunia, Veda juga mempersiapkan diri menghadapi seri Indonesia di Sirkuit Mandalika pada 9–11 Oktober 2026. Balapan tersebut akan menjadi kesempatan baginya tampil di hadapan pendukung Indonesia.
Dukungan untuk Tetap Kompetitif dan Rendah Hati
Performa Veda pada musim debutnya mendapat perhatian dari berbagai pihak. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta pembalap kelahiran Gunungkidul tersebut mempertahankan mental kompetitif tanpa melupakan sikap rendah hati.
“Harus punya mental petarung. Jangan cepat puas, terus berlatih, dan tetap rendah hati,” kata Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Apresiasi juga disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda Raffi Ahmad. Ia menilai keberadaan pembalap Indonesia di kejuaraan dunia dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Kami bangga punya local heroes seperti Veda dan Mario. Mereka bisa mengharumkan nama bangsa dan memberi inspirasi,” ujar Raffi Ahmad.
Veda sejauh ini masih menjadikan posisi 10 besar klasemen akhir sebagai target utama pada musim debutnya. Namun, performa sepanjang paruh pertama membuat peluangnya menembus lima besar tetap terbuka.
Moto3 Inggris akan menjadi awal pembuktian berikutnya. Dengan dua podium, 90 poin, dan posisi keenam klasemen dunia, Veda Ega Pratama mempunyai modal penting untuk melanjutkan perkembangan sekaligus menjaga persaingan sebagai salah satu rookie terbaik Moto3 2026.


















