Headline.co.id, Palembang ~ Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menekankan pentingnya data akurat dalam upaya pengentasan kemiskinan. Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, menyatakan bahwa verifikasi data di lapangan dan kepemimpinan kolaboratif sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kemiskinan di daerah tersebut.
Dalam pidato kuncinya pada acara pembukaan Benchmarking Kebijakan Dalam Negeri Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXVII Tahun 2026 di Griya Agung, Kota Palembang, Herman Deru menegaskan bahwa pemimpin masa kini tidak bisa bekerja sendiri. Ia menekankan pentingnya integrasi seluruh kekuatan pemerintahan dan masyarakat untuk memaksimalkan sumber daya yang ada.
“Kuncinya adalah mengintegrasikan semua kekuatan. Pemimpin harus bisa mengolaborasikan kedudukan dengan pengalamannya. Garis hierarki sampai tingkat RT harus dirangkul, termasuk bersinergi dan menyamakan frekuensi dengan TNI dan Polri,” ujar Herman Deru.
Herman Deru juga menekankan bahwa penanganan kemiskinan harus dimulai dengan diagnosis yang tepat. Data administratif perlu diverifikasi langsung di lapangan agar program yang disusun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan sebagai salah satu program yang dijalankan dengan pendekatan tersebut, yang bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dari konsumen menjadi produsen pangan.
Program ini tidak hanya memperkuat kemandirian masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mengendalikan inflasi dan mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga. Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara, Agus Sudrajat, mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.
Menurut Agus Sudrajat, Sumatra Selatan tepat dijadikan lokasi pembelajaran bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I karena dinilai berhasil menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Beberapa kebijakan yang menjadi perhatian lain penanganan rumah tidak layak huni dan upaya menurunkan angka kemiskinan secara konsisten berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi peserta mengenai penerapan kebijakan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, serta kepemimpinan yang mampu menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat.
















