Headline.co.id, Magelang ~ Taman Bunga Dewari Magelang menjadi destinasi wisata alam baru yang langsung menarik perhatian setelah resmi dibuka pada 10 Februari 2018 di Desa Baturono, Kecamatan Salam, Magelang. Dalam dua hari pertama beroperasi, taman seluas 2.800 meter persegi tersebut telah dikunjungi sekitar 2.500 orang yang ingin menikmati hamparan bunga matahari. Destinasi ini dikembangkan oleh Dita bersama suaminya dengan mengubah kebun keluarga yang sebelumnya kosong menjadi kawasan wisata. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menghadirkan ruang rekreasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Taman Bunga Dewari Magelang menawarkan wisata alam dengan harga terjangkau. Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 untuk berjalan-jalan dan berswafoto di antara rimbunnya bunga matahari yang memenuhi kawasan taman.
Taman Bunga Dewari Magelang beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00. Jam kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk menikmati pemandangan bunga sejak pagi hingga menjelang petang.
Taman Bunga Dewari Magelang Berawal dari Kebun Kosong
Pemilik Taman Dewari, Dita, mengatakan proses persiapan taman telah dimulai sejak pertengahan November 2017. Lahan keluarga yang semula berupa kebun kosong kemudian ditanami dan dirawat selama kurang lebih dua bulan.
Tanaman bunga matahari mulai berbunga pada pertengahan Januari 2018. Setelah hamparan bunga dinilai siap dikunjungi, pengelola kemudian membuka taman tersebut untuk masyarakat pada 10 Februari 2018.
Keindahan bunga matahari menjadi alasan utama Dita mengembangkan lahan tersebut sebagai destinasi wisata. Bunga bernama latin Helianthus annuus itu dipilih karena perawatannya dinilai mudah dan memiliki bentuk yang menarik untuk dijadikan latar belakang swafoto.
Hamparan bunga berwarna kuning juga menghadirkan suasana cerah di kawasan taman. Konsep tersebut membuat Taman Dewari menjadi salah satu alternatif wisata alam bagi masyarakat yang ingin menikmati pemandangan bunga tanpa mengeluarkan biaya besar.
Tingginya jumlah pengunjung pada dua hari pertama menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap destinasi wisata berbasis alam. Sebanyak 2.500 orang tercatat mengunjungi taman tersebut meskipun destinasi itu masih tergolong baru.
Nama Dewari Menjadi Simbol Rasa Syukur
Nama Dewari tidak dipilih secara sembarangan. Menurut Dita, kata tersebut berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti muda dan mulia.
Dita dan suaminya, Beta, memilih nama Dewari sebagai bentuk rasa sayang sekaligus ungkapan syukur atas kelahiran buah hati mereka. Nama yang sama juga diberikan kepada anak pasangan tersebut.
Pemilihan nama itu memberikan makna personal pada destinasi wisata yang mereka bangun. Taman tersebut bukan hanya hasil pemanfaatan lahan keluarga, tetapi juga menjadi simbol kebahagiaan dan rasa syukur keluarga Dita.
Konsep yang dikembangkan juga sejalan dengan makna nama Dewari. Melalui taman bunga tersebut, Dita ingin menghadirkan tempat yang dapat memberikan suasana gembira dan ceria bagi setiap pengunjung.
Pemilik Berharap Warga Sekitar Ikut Memetik Manfaat
Selain menjadi tempat rekreasi, keberadaan Taman Dewari diharapkan memberikan dampak positif bagi penduduk di sekitar lokasi. Dita ingin meningkatnya kunjungan wisatawan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat dari aktivitas wisata tersebut.
Harapan itu menjadi bagian dari tujuan pengembangan Taman Dewari sejak awal. Pengelola tidak hanya berfokus pada keindahan hamparan bunga matahari, tetapi juga ingin menciptakan destinasi yang dapat membawa kebaikan bagi lebih banyak orang.
“Semoga Taman Dewari ini dapat memuliakan dan memberi berkah bagi banyak orang,” tutur Dita saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp pada Senin, 12 Februari 2018.
Dengan harga tiket yang terjangkau, hamparan bunga matahari yang menarik, serta lokasi yang memanfaatkan lahan keluarga, Taman Dewari menjadi pilihan wisata alam baru di Magelang. Kehadirannya sekaligus memperkuat citra Magelang sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Kota Sejuta Bunga.
















