Inilah 11 Indikator Kesehatan Masyarakat Agar Bisa Kembali Aktivitas Ekonomi Produktif dan Aman dari COVID-19

  • Whatsapp
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Jakarta
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Jakarta. (Antara)

Headline.co.id (Jakarta) – Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan ada 11  indikator kesehatan masyarakat agar bisa kembali ke aktivitas ekonomi produktif dan aman dari COVID-19.

baca juga: Update Corona di Indonesia, Sabtu 30 Mei 2020: Menjadi 25.773 Kasus dan 7.015 Pasien Sembuh

Bacaan Lainnya

Dalam Keterangan pers daring di Jakarta, Pada Sabtu (30/5), Wiku menyampaikan bahwa digunakan indikator kesehatan masyarakat yang berbasis data. Sesuai dengan rekomendasi WHO, kami menggunakan kriteria epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Menurutnya 11 indikator tersebut yaitu penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu sejak puncak terakhir (target lebih dari 50 persen), penurunan jumlah kasus yang probable selama dua minggu sejak puncak terakhir (target lebih dari 50 persen).

Selanjutnya, penurunan jumlah meninggal dari kasus positif, penurunan jumlah meninggal dari kasus probable, penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS.

baca juga: Laksanakan Operasi Ketupat Dengan Baik, Polda Lampung Dapat Apresiasi Divpropam Mabes Polri

Kemudian, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah selesai pemantauan dari probable (ODP dan PDP), jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua minggu, angka positif kurang dari lima persen dan menggunakan angka reproduksi efektif kurang dari satu.

Berdasarkan data yang ada, terdapat 102 Kabupaten/kota yang tidak atau belum tedampak virus Covid-19, dengan begitu daerah tersebut masuk zona hijau. Sementara untuk daerah yang memiliki resiko tinggi atau zona merah terdapat sebanyak 85 Kabupaten/kota. Sementara untuk yang zona orange terdapat sebanyak 80 kabupaten/kota dengan risiko sedang atau berwarna oranye, dan 139 kabupaten/kota dengan risiko rendah atau kuning.

baca juga: Dua Nakes RSUD Bangil Sembuh Dari Corona

Dalam kesempatan itu, Gugus Tugas meluncurkan gerakan “4 Sehat 5 Sempurna Lawan COVID-19”, yakni memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, berolahraga, istirahat dan tidak panik, serta makan bergizi. Dia berharap masyarakat disiplin dalam menerapkan anjuran pemerintah.

baca juga: PT Kalbe Farma Mulai Uji Klinik Vaksin Pada Juni Mendatang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *