Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Jensen menandai kebangkitannya di dunia mobil sport dengan memperkenalkan prototipe Jensen Interceptor GTX yang menggabungkan warisan desain klasik Inggris dengan teknologi performa tinggi modern. Prototipe tersebut menjadi fondasi awal strategi baru Jensen untuk membawa sejumlah teknologi GTX ke kendaraan produksi jalan raya pada masa mendatang. Salah satu sorotan utamanya adalah mesin V8 6,8 liter supercharged yang dikembangkan secara radikal di Amerika Serikat hingga mampu menghasilkan tenaga 960 hp. Jensen juga menyiapkan dua varian jalan raya, yakni GTR yang berorientasi pada performa dan GT yang mengedepankan kemewahan.
Kemunculan Interceptor GTX menunjukkan arah baru Jensen setelah merek otomotif legendaris asal Inggris tersebut kembali masuk ke persaingan kendaraan performa tinggi. Meski tetap mempertahankan identitas desain yang menjadi bagian dari sejarah Jensen, pengembangan teknis pada prototipe ini dilakukan dengan pendekatan yang jauh lebih modern.
Berdasarkan informasi yang tersedia pada Rabu, 9 September 2026, sektor mesin menjadi salah satu bagian yang mendapat perubahan paling besar. Mesin berbasis V8 6,8 liter supercharged dari General Motors dikembangkan kembali oleh Late Model Engine di Texas dengan menyisakan kurang dari 20 persen komponen aslinya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mesin V8 6,8 Liter Dirombak hingga 960 Hp
Pengembangan mesin mencakup penggunaan kepala silinder hasil pemangkasan CNC, katup titanium, serta sistem manajemen mesin MoTeC kelas motorsport. Kombinasi tersebut membuat mesin V8 Interceptor GTX dalam konfigurasi standar mampu menghasilkan tenaga hingga 960 hp.
Kemampuan mesin itu disebut masih dapat ditingkatkan hingga mencapai 1.200 hp. Sementara itu, torsinya dapat mencapai 1.491 Nm, menjadikan sektor penggerak sebagai salah satu unsur utama yang memperlihatkan karakter performa tinggi dari prototipe tersebut.
Tenaga mesin disalurkan menuju roda belakang menggunakan transmisi sekuensial 6-percepatan Samsonas Motorsport. Sistem penggeraknya juga dilengkapi driveshaft berbahan serat karbon dan diferensial Wavetrac untuk menangani tenaga besar yang dihasilkan mesin.
Pada sektor kaki-kaki, Jensen memasang sistem pengereman AP Racing, pelek tempa berukuran 20 inci, serta suspensi double-wishbone dengan peredam Nitron 3-arah. Rangkaian komponen tersebut memperkuat pendekatan Interceptor GTX sebagai kendaraan yang dikembangkan dengan orientasi performa.
Aerodinamika GTX Hasilkan Downforce 349 Kg
Interceptor GTX dibangun menggunakan sasis aluminium yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Avant Design. Jensen menyatakan sekitar 80 persen desain eksterior prototipe tersebut nantinya akan diturunkan ke versi mobil jalan raya.
Desain bodinya tidak hanya mengandalkan karakter visual klasik. Sejumlah bagian dirancang dengan mempertimbangkan fungsi aerodinamika, termasuk lubang udara berukuran besar, diffuser belakang, serta sayap belakang yang dapat diatur.
Perangkat aerodinamika tersebut diklaim mampu menghasilkan gaya tekan atau downforce hingga 349 kg. Pendekatan itu memperlihatkan bagaimana Jensen mencoba mempertahankan karakter desainnya sekaligus menerapkan kebutuhan teknis kendaraan performa tinggi modern.
Kabin Balap Tetap Pertahankan Unsur Mewah
Nuansa kendaraan balap juga diterapkan pada bagian kabin. Interceptor GTX dilengkapi roll cage berstandar FIA, jok balap serat karbon Tillett dengan sabuk pengaman 6-titik, serta panel instrumen digital yang menggunakan perangkat dari MoTeC.
Namun, Jensen tidak sepenuhnya meninggalkan unsur kemewahan yang menjadi bagian dari karakter mobilnya. Interior tetap mendapatkan lapisan Alcantara yang dipadukan dengan aksen jahitan oranye, sehingga atmosfer kendaraan balap dan sentuhan premium dipertemukan dalam satu kabin.
Teknologi GTX Disiapkan untuk Jensen GTR dan GT
Bagi Jensen, kehadiran Interceptor GTX bukan hanya sebatas pengenalan sebuah prototipe. Kendaraan tersebut menjadi titik awal strategi perusahaan dalam membangun kembali jajaran mobil sport dengan memanfaatkan teknologi yang dikembangkan pada GTX.
'Meskipun ini baru langkah pertama, GTX memberikan indikasi yang jelas tentang ke mana arah kami dan menandai awal dari era baru yang menarik bagi merek ini,' kata Direktur Pelaksana Jensen International, David Duerden, dalam keterangan resminya.
Jensen berencana membawa teknologi yang terdapat pada Interceptor GTX ke dua varian produksi jalan raya. Model tersebut terdiri atas GTR yang diarahkan sebagai varian berperforma tinggi serta GT yang akan menonjolkan pendekatan lebih mewah.
Sampai saat ini, Jensen belum mengumumkan jadwal peluncuran maupun harga resmi untuk kedua kendaraan tersebut. Namun, kemunculan prototipe Interceptor GTX telah memperlihatkan teknologi mesin, sasis, aerodinamika, serta kabin yang akan menjadi dasar arah pengembangan produk Jensen berikutnya.
Melalui Interceptor GTX, Jensen berupaya menghubungkan kembali identitas desain klasiknya dengan rekayasa teknis modern. Prototipe ini sekaligus menjadi penanda awal sebelum teknologi yang telah dikembangkan tersebut diterapkan pada kendaraan produksi jalan raya GTR dan GT.




















