Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengadakan Kemah Bela Negara di Garut, Jawa Barat, pada 8–10 Juli 2026. Acara ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan generasi muda terhadap ancaman radikalisme dan terorisme di era digital. Kepala BNPT, Eddy Hartono, menekankan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola penyebaran paham radikal. Kini, kelompok teroris memanfaatkan media sosial dan permainan daring untuk merekrut anggota baru.
Eddy Hartono menjelaskan bahwa pelajar dan mahasiswa menjadi sasaran potensial penyebaran paham radikal melalui internet. “Ruang digital kini menjadi sarana efektif bagi kelompok teroris untuk menjalankan aktivitas mereka,” ujarnya di Garut, Kamis (9/7/2026). Proses rekrutmen dilakukan secara bertahap dan terselubung, dimulai dengan membangun kedekatan emosional melalui aktivitas yang tampak wajar, seperti bermain gim bersama atau bergabung dalam komunitas daring.
Peran Strategis Generasi Muda
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan pentingnya peran strategis generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan digital. “Generasi muda harus siap menghadapi tantangan ini,” tegasnya. Kemah Bela Negara diikuti oleh 100 pelajar dari jenjang SMP, SMA, dan perguruan tinggi se-Kabupaten Garut. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, bela negara, literasi digital, keamanan bermedia sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kegiatan Sosial dan Edukasi
Selain pembekalan, peserta juga terlibat dalam aksi sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, dan penanaman pohon di kawasan daerah aliran sungai. Melalui kegiatan ini, BNPT berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap penyebaran paham radikal, intoleransi, dan ekstremisme berbasis kekerasan yang dapat mengarah pada terorisme.
Dengan kegiatan ini, BNPT berupaya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi ancaman radikalisme di ruang digital, sekaligus memperkuat literasi digital dan wawasan kebangsaan mereka.



















