Headline.co.id, Jakarta ~ Pada KTT Forum World Summit on the Information Society (WSIS) 2026 di Jenewa, Swiss, Indonesia menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk mengatasi kesenjangan digital global. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mencapai target ekonomi digital sebesar USD300 miliar dan memastikan keamanan ruang siber bagi anak-anak. Forum ini berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026.
Dalam forum yang sejalan dengan Agenda PBB 2030, Meutya Hafid menegaskan bahwa Garis Tindakan WSIS (WSIS Action Lines) tetap menjadi panduan penting di tengah pesatnya perkembangan digital. “Kita harus memastikan bahwa teknologi digital tidak hanya menguntungkan sebagian kecil masyarakat, tetapi juga inklusif dan aman bagi semua, terutama anak-anak,” ujar Meutya Hafid.
Indonesia memaparkan kekuatan ekonomi digitalnya yang saat ini bernilai USD100 miliar, sepertiga dari total ekonomi digital ASEAN, dan diproyeksikan mencapai USD300 miliar pada 2030. Pertumbuhan ini didukung oleh investasi besar pada infrastruktur seperti Satelit Satria-1, Palapa Ring, dan jaringan 5G yang menjangkau lebih dari 17.000 pulau. Namun, Indonesia mengingatkan bahwa konektivitas tanpa keamanan adalah hal yang sia-sia.
Sebagai bagian dari penerapan Garis Tindakan WSIS, khususnya Garis C5 tentang kepercayaan dan keamanan TIK, Indonesia memaparkan langkah konkret melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. “Langkah ini menunjukkan komitmen kami dalam melindungi anak-anak di ruang digital,” tegas Menkomdigi.
Kolaborasi AI dan Keberagaman Budaya
Selain fokus pada keamanan anak, Indonesia juga menyoroti pentingnya pengembangan Artificial Intelligence (AI) yang berpusat pada manusia. Indonesia menyerukan agar AI dikembangkan secara etis, transparan, dan menghormati hak asasi manusia serta keberagaman budaya. “Teknologi tidak boleh mengesampingkan bahasa daerah atau komunitas adat,” tambah Meutya Hafid.
Menutup pandangannya di KTT WSIS 2026, Indonesia mengajak negara-negara berkembang untuk beraksi bersama dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan aman. “Kolaborasi global adalah kunci untuk memastikan bahwa semua negara dapat merasakan manfaat dari transformasi digital,” pungkasnya.
Dengan pendekatan ini, Indonesia berharap dapat mendorong transformasi digital yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat keamanan dan inklusivitas bagi semua lapisan masyarakat.



















