Headline.co.id, Jakarta ~ Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) meluncurkan Kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak). Kampanye ini bertujuan memperkuat perlindungan anak melalui kolaborasi lintas sektor. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menyatakan bahwa Kampanye Berlian merupakan kelanjutan dari Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang sebelumnya diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Menteri Arifah Fauzi menekankan pentingnya sinergi berbagai elemen masyarakat, termasuk kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan organisasi keagamaan, dalam memastikan perlindungan anak. “Perlindungan anak harus dimulai dari keluarga,” ujar Arifah di Jakarta, Senin (6/7/2026). Ia menambahkan bahwa penguatan pola asuh menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan yang dihadapi keluarga saat ini.
Pilar Utama Kampanye Berlian
Kampanye Berlian mengusung lima pilar utama yang sejalan dengan Gernas RANA. Pilar tersebut meliputi edukasi publik mengenai perlindungan anak, penguatan keluarga berkualitas, penyediaan satuan pendidikan dan layanan pengasuhan sementara yang aman, perlindungan anak di ruang digital, serta penguatan sistem respons darurat dan pemulihan. Melalui pilar-pilar ini, kampanye bertujuan menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
Perlindungan di Lingkungan Pendidikan dan Digital
Selain keluarga, perlindungan anak juga harus diwujudkan di lingkungan pendidikan. Arifah menyebutkan bahwa kebijakan mengenai budaya sekolah yang aman dan nyaman telah diperkuat untuk mendukung tumbuh kembang anak. Di ruang digital, KemenPPPA bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyusun peta jalan perlindungan anak untuk mengatasi risiko di dunia maya.
Partisipasi Anak dalam Perlindungan
Arifah menekankan pentingnya partisipasi anak dalam setiap upaya perlindungan. Kebijakan dan program perlindungan anak harus mempertimbangkan perspektif anak agar mereka merasa didengar dan dilibatkan dalam penyelesaian persoalan yang dihadapi. Sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, KemenPPPA juga menggandeng tokoh agama untuk menyampaikan pesan mengenai pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui ceramah dan kegiatan keagamaan sepanjang Juli.
Arifah berharap Kampanye Berlian dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan perlindungan anak secara berkelanjutan. “Kami berharap ini menjadi gerakan bersama yang mampu memperkuat komitmen dalam perlindungan anak,” pungkasnya.

















