Headline.co.id, Aceh Besar ~ Sekolah Rakyat di Aceh Besar muncul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diluncurkan oleh pemerintah daerah sebagai upaya strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan yang masih tinggi di wilayah tersebut, dengan angka kemiskinan mencapai sekitar 11 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin. “Target kita tentu bagaimana angka ini bisa ditekan hingga di bawah satu digit. Dan pendidikan adalah salah satu kunci utama untuk mencapai itu,” ujar Rahmawati pada Senin (22/6/2026).
Sekolah Rakyat menawarkan pendekatan berbeda dari sekolah formal dengan sistem pendidikan berbasis asrama (boarding school). Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan meskipun menghadapi kendala ekonomi. “Selama ini masih ada anak-anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi maupun keterbatasan akses. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi konkret,” tambah Rahmawati dalam Dialog Interaktif Luar Studio Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh.
Seluruh kebutuhan peserta didik, mulai dari seragam, makan, tempat tinggal, hingga kebutuhan pendidikan lainnya, ditanggung oleh pemerintah. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan ekonomi yang sering kali menjadi penyebab utama anak putus sekolah. “Tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah. Semua sudah difasilitasi oleh negara,” tegas Rahmawati.
Pembinaan Karakter dan Peluang Masa Depan
Kurikulum Sekolah Rakyat tetap mengacu pada kurikulum nasional, dengan penekanan pada pembinaan karakter, kedisiplinan, serta mental dan spiritual. “Di Sekolah Rakyat, pembinaan karakter justru lebih kuat. Anak-anak dibentuk menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan memiliki daya juang tinggi,” jelas Rahmawati.
Program ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Kita ingin mereka tidak hanya lulus, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih baik. Bahkan kita harapkan bisa melanjutkan ke universitas dan menjadi generasi unggul,” tambahnya.
Seleksi Ketat dan Transparan
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh Besar, Nuraida, A.KS., MA, menjelaskan bahwa proses seleksi peserta didik dilakukan secara ketat dan transparan. “Peserta harus berasal dari keluarga desil 1 dan 2. Pendamping sosial turun langsung ke rumah untuk memastikan kondisi ekonomi, sekaligus melihat komitmen keluarga dan anak untuk melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.
Proses seleksi juga mencakup penilaian mendalam guna memastikan program tepat sasaran. “Sekolah Rakyat bukan hanya tentang pendidikan, tetapi tentang harapan baru bagi anak-anak Aceh Besar untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Ilza.
Dengan pendekatan komprehensif dan dukungan berbagai pihak, Sekolah Rakyat di Aceh Besar diharapkan mampu menjadi jembatan bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi fondasi menuju visi besar Indonesia Emas 2045.






















