Headline.co.id, Batang ~ Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penjelasan terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp196,33 miliar. Wakil Bupati Batang, Suyono, menjelaskan hal ini dalam rapat paripurna di Ruang Paripurna DPRD Batang, Senin (22/6/2026). SILPA tersebut terbentuk dari pendapatan daerah yang melampaui target sebesar Rp77,43 miliar dan belanja daerah yang tidak terserap sebesar Rp115,90 miliar.
Suyono mengungkapkan bahwa belanja yang tidak terserap termasuk pembayaran THR dan gaji ke-13 untuk guru ASN, belanja tidak terduga, serta pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu. Dari total SILPA, Rp75,7 miliar merupakan SILPA terikat, sementara Rp120,63 miliar adalah SILPA bebas. “Penyerapan anggaran dipengaruhi oleh seluruh tahapan pengelolaan keuangan daerah,” jelas Suyono.
Dampak Positif Investasi di Batang
Selain menjelaskan SILPA, Suyono juga memaparkan perkembangan investasi di Kabupaten Batang. Hingga saat ini, 26 perusahaan beroperasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), menyerap 15.132 tenaga kerja lokal. “Kabupaten Batang mencatat percepatan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Jawa Tengah,” ujarnya.
Investasi ini juga mendorong pertumbuhan UMKM, yang meningkat sebesar 16,04 persen. Suyono menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Batang atas dukungan yang memungkinkan Pemkab Batang mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Harapan untuk Masa Depan
Suyono berharap kerja sama pemerintah daerah dan DPRD dapat terus ditingkatkan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah. “Melalui pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini, kami berharap masukan dari DPRD dapat meningkatkan efektivitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.





















