Headline.co.id, Batang ~ Harga daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Batang mengalami kenaikan sebesar Rp3 ribu per kilogram sejak 15 Juni 2026. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya harga sapi hidup, yang berdampak langsung pada konsumen, terutama pengusaha olahan daging. Akibatnya, intensitas pembelian menurun dan stok pedagang berkurang.
Ida, seorang pedagang di Pasar Batang, mengonfirmasi bahwa harga daging sapi naik dari Rp137 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram. “Dampaknya, selain pembeli berkurang, jumlah stok terpaksa dikurangi karena takut tidak habis,” ujarnya pada Senin (22/6/2026). Sebelumnya, stok daging sapi mencapai 75 kilogram, namun kini dikurangi hingga 30 persen menjadi 40 kilogram.
Dampak Kenaikan Harga pada Pengusaha Bakso
Sarkuwat, seorang pengusaha bakso, menyatakan bahwa kenaikan harga daging sapi mempengaruhi kualitas bakso yang diproduksinya. “Ya belinya tetap 1 kilogram setiap hari, cuma nanti porsi baksonya yang dikurangi. Harganya tetap, biar konsumen tidak kabur,” ungkapnya. Sarkuwat berharap harga daging sapi kembali stabil agar tidak kesulitan dalam produksi.
Harapan Pedagang dan Pengusaha
Para pedagang dan pengusaha berharap harga daging sapi dapat kembali normal. “Pinginnya ya harganya normal lagi, biar nggak kesusahan,” ujar Sarkuwat. Kestabilan harga sangat penting bagi mereka untuk menjaga kualitas produk dan mempertahankan pelanggan.
Kenaikan harga daging sapi ini menjadi tantangan bagi para pedagang dan pengusaha di Kabupaten Batang. Mereka harus menyesuaikan strategi penjualan dan produksi agar tetap dapat bersaing di pasar. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)






















