Headline.co.id, Bantul ~ Sebanyak 17 anak dari Dusun Wukirsari, Imogiri, Bantul, mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan oleh tim pengabdian Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) dalam rangka kegiatan bakti sosial dan penyembelihan hewan kurban pada Jumat (29/5) lalu. Selain khitanan massal, tim pengabdian FK-KMK UGM juga menyalurkan hewan kurban dan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Girimulyo, Kulonprogo, dan Playen, Gunungkidul.
Koordinator tim Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes., menyatakan bahwa kegiatan bakti sosial dan penyaluran hewan kurban ini merupakan agenda tahunan FK-KMK UGM yang bertujuan untuk memperkuat nilai kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Tahun ini, FK-KMK UGM menyalurkan tiga ekor sapi dan dua ekor kambing di tiga kabupaten, yaitu Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul. “Shohibul qurban tidak hanya dosen dan tenaga kependidikan tetapi juga mahasiswa, residen hingga alumni sebagai bentuk dari pengabdian masyarakat,” ujar Supriyati.
Supriyati menjelaskan bahwa selain penyembelihan hewan kurban, terdapat kegiatan bakti sosial berupa edukasi dan penyuluhan kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah. Di Kabupaten Bantul, tepatnya di Sanggar Among Budoyo Kampung Pramuka, Wukirsari, Imogiri, FK-KMK UGM bekerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Sahabat Pemerhati Difabel (LKS SAPADIFA) menyalurkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing. “Edukasinya mulai dari skrining reproduksi, USG, urologi, hingga pemeriksaan gigi dan mulut. Diadakan juga khitanan massal yang memiliki 17 orang pendaftar,” jelasnya.
Di Kabupaten Kulon Progo, tepatnya di Mushola Al Mu’minun, Patihombo, Girimulyo, disalurkan satu ekor sapi. Selain itu, dilakukan edukasi dan penyuluhan terkait kesehatan mental anak dan gizi pada anak-anak Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) setempat. Warga juga diajak untuk menggunakan daun jati sebagai pembungkus daging kurban yang ramah lingkungan.
Hal serupa dilakukan di Gunung Kidul, di mana daun jati digunakan sebagai pembungkus daging kurban. Berlokasi di PS Lentera Keluarga, Getas, Playen, Gunung Kidul, FK-KMK UGM menyalurkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Edukasi di wilayah ini meliputi pemeriksaan kesehatan seperti kolesterol, gula darah, dan asam urat pada lansia setempat.
Melalui momentum Idul Adha, Supriyati berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap sesama dengan berbagi kebahagiaan dan ilmu yang dimiliki oleh dosen dan mahasiswa FK-KMK UGM. “Kegiatan ini merupakan salah satu cara dengan mengedepankan kebersihan daging qurban dan tetap ramah lingkungan dengan membungkus daging menggunakan daun jati dan besek. Hal ini sejalan dengan misi UGM sebagai kampus sehat yang berdampak kepada masyarakat sekitar,” katanya.
Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes., selaku ketua panitia kegiatan ini, juga berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan kepada sesama dan meningkatkan inklusivitas melalui kolaborasi. “Mudah-mudahan adanya kurban ini dapat membahagiakan hati dan psikologis para penyandang difabel yang turut menghadiri kegiatan ini,” tuturnya.




















