Highlight Berita Toyota Perkenalkan Land Cruiser 300 Hybrid EV di GIIAS 2026, Torsi 790 Nm dan Mampu Terjang Genangan 70 Cm:
Headline.co.id, Jakarta ~ PT Toyota-Astra Motor (TAM) memperkenalkan Land Cruiser 300 Hybrid EV VX-R dan Land Cruiser 300 Hybrid EV GR Sport dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026. Dua SUV elektrifikasi tersebut dihadirkan untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia terhadap kendaraan tangguh yang tetap efisien, nyaman digunakan sehari-hari, dan memiliki kemampuan melintasi berbagai kondisi medan.
Melalui teknologi Parallel Hybrid System, Toyota memadukan mesin bensin V6 twin-turbo dengan motor listrik untuk menghasilkan tenaga besar sekaligus mengatur penggunaan energi secara otomatis. Kendati mengadopsi teknologi elektrifikasi, Land Cruiser 300 Hybrid EV tetap mempertahankan karakter utama Land Cruiser sebagai kendaraan dengan kualitas, daya tahan, dan keandalan tinggi.
Marketing Planning General Manager PT Toyota-Astra Motor, Resha Kusuma Atmaja, mengatakan kehadiran varian hibrida merupakan bagian dari evolusi Land Cruiser dalam mengikuti kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.
“Selama 75 tahun, Land Cruiser terus berevolusi untuk mendengarkan masukan dan menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam, tanpa meninggalkan DNA utamanya, yaitu quality, durability, and reliability,” ujar Resha dalam keterangan resminya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurut dia, Land Cruiser telah berkembang dari kendaraan yang dirancang untuk kebutuhan berat menjadi SUV yang turut menawarkan kenyamanan premium. Namun, setiap pengembangan tetap mempertahankan karakter dan semangat yang menjadi fondasi Land Cruiser sejak awal.
“Dari kendaraan heavy-duty hingga lini yang menawarkan kenyamanan premium, Land Cruiser tetap mempertahankan karakter dan semangat yang menjadi fondasinya sejak awal,” kata Resha.
Mesin V6 dan Motor Listrik Hasilkan Torsi 790 Nm
Land Cruiser 300 Hybrid EV menggunakan mesin bensin berkapasitas 3,5 liter V6 twin-turbo yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 457 HP dan torsi maksimum mencapai 790 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 10 percepatan. Toyota menempatkan motor listrik di antara mesin utama dan transmisi sebagai bagian dari konfigurasi Parallel Hybrid System atau PHS.
Sistem hibrida tersebut dapat mengatur sumber tenaga secara otomatis berdasarkan kebutuhan kendaraan dan kondisi berkendara. Pengemudi tidak harus mengatur secara manual kapan mobil menggunakan motor listrik, mesin bensin, atau kombinasi keduanya.
Terdapat lima pola operasi yang dapat dijalankan sistem tersebut. EV Driving memungkinkan kendaraan bergerak menggunakan tenaga listrik, sedangkan Engine Only mengandalkan mesin bensin sebagai sumber penggerak utama.
Mode EV Regeneration berfungsi mengubah energi yang muncul saat perlambatan atau pengereman menjadi daya listrik untuk mengisi baterai. Sementara itu, Electric Motor and Engine menggabungkan tenaga mesin dan motor listrik untuk menghasilkan performa maksimal.
Sistem juga memiliki pola Engine Drive and Battery Charge. Dalam kondisi tersebut, mesin bensin tidak hanya menggerakkan kendaraan, tetapi juga membantu mengisi daya baterai.
Konfigurasi itu memungkinkan Land Cruiser menyesuaikan penggunaan tenaga berdasarkan beban kendaraan. Sistem dapat memprioritaskan efisiensi saat kebutuhan tenaga rendah dan menggabungkan mesin dengan motor listrik ketika kendaraan memerlukan tenaga lebih besar.
Toyota juga melengkapi Land Cruiser 300 Hybrid EV dengan Electric Power Steering atau EPS. Teknologi ini digunakan untuk membantu meningkatkan ketepatan pengendalian dan memberikan respons kemudi yang lebih presisi.
Tetap Bisa Berjalan saat Sistem Hibrida Mengalami Kendala
Toyota turut memasang alternator cadangan sebagai bagian dari sistem pengamanan kendaraan. Perangkat tersebut disiapkan agar kendaraan tetap dapat beroperasi menggunakan mesin konvensional apabila terjadi kendala pada sistem hibrida.
Fitur itu menjadi bagian penting bagi Land Cruiser yang dirancang untuk digunakan di berbagai kondisi perjalanan, termasuk wilayah yang jauh dari fasilitas pendukung kendaraan elektrifikasi.
Dengan sistem tersebut, gangguan pada komponen hibrida tidak serta-merta membuat kendaraan berhenti beroperasi. Mesin bensin masih dapat menjadi sumber tenaga utama untuk menjaga mobil tetap berjalan.
Penempatan Baterai Tidak Mengurangi Ground Clearance
Toyota menempatkan baterai Land Cruiser 300 Hybrid EV di sekitar posisi ban serep. Penempatan tersebut dipilih agar sistem elektrifikasi tidak mengurangi ground clearance yang dibutuhkan kendaraan saat melintasi medan tanah, bebatuan, lumpur, atau jalur off-road.
Baterai juga dilindungi menggunakan casing kedap air. Perlindungan tersebut dirancang untuk mengurangi risiko masuknya air ketika kendaraan melewati genangan.
Dengan konfigurasi itu, Land Cruiser 300 Hybrid EV diklaim mampu melintasi genangan air hingga kedalaman 700 milimeter atau sekitar 70 sentimeter. Kedalaman tersebut dihitung sebelum permukaan air berpotensi mencapai ambang kabin kendaraan.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan sistem elektrifikasi tidak menghilangkan fungsi dasar Land Cruiser sebagai kendaraan yang dipersiapkan menghadapi kondisi jalan berat. Perlindungan baterai dan posisi pemasangannya juga disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan di medan ekstrem.
Auto-Multi Terrain Select Sesuaikan Traksi Kendaraan
Untuk mendukung kemampuan off-road, Toyota membekali Land Cruiser 300 Hybrid EV dengan Auto-Multi Terrain Select atau Auto-MTS. Sistem ini dapat membaca kondisi permukaan jalan dan menyesuaikan cengkeraman roda secara otomatis.
Terdapat enam pilihan mode berkendara yang dapat digunakan, yaitu Auto, Dirt, Sand, Mud, Deep Snow, dan Rock. Setiap mode memiliki pengaturan berbeda berdasarkan jenis medan yang dilalui.
Mode Dirt digunakan saat kendaraan melewati permukaan tanah, sedangkan Sand dirancang untuk menghadapi medan berpasir. Mode Mud membantu pengendalian ketika kendaraan melintasi jalan berlumpur.
Toyota juga menyediakan mode Deep Snow untuk kondisi salju tebal serta Rock untuk medan berbatu. Sementara mode Auto memungkinkan sistem menentukan pengaturan yang dinilai paling sesuai berdasarkan kondisi jalan.
Melalui penyesuaian tersebut, tenaga mesin, respons motor listrik, dan tingkat cengkeraman roda dapat diatur agar kendaraan tetap terkendali. Pengemudi tidak perlu terus-menerus mengganti pengaturan ketika karakter permukaan jalan berubah.
Hadir dalam Varian VX-R dan GR Sport
Secara umum, desain eksterior Land Cruiser 300 Hybrid EV masih mempertahankan bentuk tegas, besar, dan kokoh seperti varian bermesin bensin maupun diesel. Toyota tidak melakukan perubahan radikal terhadap identitas visual kendaraan tersebut.
Perbedaan terlihat pada sejumlah detail di masing-masing varian. Land Cruiser 300 Hybrid EV VX-R mendapatkan penyegaran pada desain bumper depan dan bagian bawah bodi belakang.
Sementara itu, varian GR Sport dilengkapi aksen bergaya sporty khas Toyota Gazoo Racing. Sentuhan tersebut digunakan untuk memperkuat karakter SUV premium dengan tampilan yang lebih agresif.
Kehadiran Land Cruiser 300 Hybrid EV VX-R dan GR Sport menambah pilihan kendaraan elektrifikasi Toyota di Indonesia. Melalui model ini, Toyota memadukan teknologi hibrida dengan performa mesin besar, sistem penggerak adaptif, perlindungan baterai, serta kemampuan melintasi medan berat yang selama ini melekat pada Land Cruiser.




















