Headline.co.id, Cilacap ~ Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang memperkuat kerja sama akademik dalam mengembangkan model Coaching Jiwa Merdeka berbasis filsafat dan tasawuf. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk workshop yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, di Aula Mini Lantai 3 FUSA. Sebelumnya, model ini juga telah dikembangkan bersama Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap.
Dr. Heri Santoso, M.Hum., dosen Filsafat UGM, memulai diskusi dengan mengajak peserta untuk merefleksikan berbagai persoalan manusia modern, seperti krisis kesehatan mental dan hilangnya makna hidup akibat dominasi teknologi. Heri menekankan pentingnya pendekatan coaching dibandingkan metode lain seperti training atau konseling. “Tantangan manusia masa kini tidak cukup dijawab dengan penambahan pengetahuan atau penyelesaian masalah, tetapi membutuhkan proses membangunkan kesadaran agar setiap orang mampu menemukan potensi dan jawaban dari dalam dirinya sendiri,” jelasnya dalam keterangan yang diterima pada Senin, 3 Agustus 2026.
Konsep Jiwa Merdeka yang diusung dalam coaching ini bertujuan untuk membentuk manusia yang berpikir jernih, mampu mengelola diri, serta bertanggung jawab atas pilihan hidupnya. Model ini menggabungkan refleksi filsafat dengan kedalaman tasawuf sebagai cara untuk mengenal diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Heri memperkenalkan empat langkah coaching yang melibatkan dialog reflektif menggunakan Surah Al-Fatihah, Al-Qur’an, Asmaul Husna, dan hati nurani sebagai media refleksi dan transformasi diri.
Prof. Dr. Widia Putri, M.Hum., Guru Besar Filsafat UIN Imam Bonjol Padang, memberikan apresiasi terhadap pengembangan model ini. Menurutnya, integrasi refleksi filsafat dan spiritualitas tasawuf menawarkan perspektif baru dalam pengembangan manusia. “Pendekatan ini menarik secara konseptual sekaligus layak dikembangkan di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, khususnya melalui Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi,” ujarnya.
Dr. Junizar Suratman, pakar tasawuf UIN Imam Bonjol Padang, juga menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai bahwa tasawuf sebagai fondasi utama model coaching sangat tepat karena berorientasi pada pembinaan dan pembebasan jiwa. “Dalam tradisi tasawuf, perjalanan manusia diarahkan melalui proses penyucian jiwa dari nafs ammarah, nafs lawwamah, hingga nafs muthmainnah. Karena itu, model Coaching Jiwa Merdeka dinilai memiliki landasan filosofis dan spiritual yang kuat untuk terus dikembangkan,” jelasnya.
Workshop ini dihadiri oleh dosen dan pakar di bidang filsafat, tasawuf, serta pengembangan manusia. Drs. Imam Wahyudi, M.Hum., ketua Tim Pengabdian Fakultas Filsafat UGM, turut hadir dalam kegiatan ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan manusia yang lebih baik.














