Headline.co.id, Samarkand ~ Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta resmi menjalin kerja sama internasional dengan Samarkand State Medical University (SamSMU) Uzbekistan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Rabu (20/5/2026). Penandatanganan dilakukan langsung di Samarkand, Uzbekistan, oleh Rektor Universitas Alma Ata Prof. dr. H. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK bersama Rektor Samarkand State Medical University Professor Dr. Jasur Alimjanovich Rizaev. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan riset, inovasi, publikasi ilmiah, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan sebagai bagian dari agenda “Alma Ata Global Strategic Partnership”.
Agenda kerja sama internasional tersebut menjadi langkah strategis Universitas Alma Ata dalam memperluas jejaring akademik global, khususnya di kawasan Asia Tengah yang dikenal memiliki sejarah panjang dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Hamam Hadi didampingi Ny. Hj. Ida Rufaida Ali serta Director of International Office Universitas Alma Ata, Nur Rachman Dzakiyullah, S.Kom., M.Sc., Ph.D. Delegasi UAA melakukan serangkaian pertemuan resmi dengan pimpinan Samarkand State Medical University untuk membahas peluang kolaborasi akademik dan pengembangan proyek ilmiah bersama.
Melalui memorandum kerja sama yang telah disepakati, kedua universitas akan menjalankan berbagai program kolaboratif, mulai dari penelitian dan publikasi ilmiah bersama, penyelenggaraan konferensi dan simposium internasional, hingga pertukaran profesor, dosen, dan mahasiswa.
Rektor Universitas Alma Ata, Prof. dr. H. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen UAA dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan riset bertaraf internasional.
“UAA dan SamSMU sama-sama berkomitmen untuk melaksanakan kolaborasi dalam kegiatan riset, inovasi, dan publikasi ilmiah di bidang kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan,” ujar Prof. Hamam Hadi.
Ia menambahkan, pihak Samarkand State Medical University juga berencana melakukan kunjungan balasan ke Universitas Alma Ata dalam waktu dekat guna menindaklanjuti implementasi kerja sama yang telah disepakati bersama.
Samarkand State Medical University merupakan salah satu institusi pendidikan kedokteran tertua dan paling prestisius di Uzbekistan serta kawasan Asia Tengah. Universitas tersebut berdiri sejak tahun 1930 dan memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan serta penelitian medis.
Sebelum melaksanakan agenda kerja sama dengan sejumlah universitas di Uzbekistan dan Kazakhstan, delegasi Universitas Alma Ata terlebih dahulu melakukan kunjungan silaturahmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tashkent, Uzbekistan.
Rombongan diterima langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan dan Kirgistan, Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin. Kunjungan tersebut turut dihadiri Ny. Hj. Ida Rufaida Ali dan Director of International Office Universitas Alma Ata, Nur Rachman Dzakiyullah, S.Kom., M.Sc., Ph.D sebagai bagian dari delegasi resmi UAA.
“Alhamdulillah kami disambut hangat oleh beliau di kantornya,” kata Prof. Hamam Hadi.
Selain agenda diplomasi akademik, delegasi Universitas Alma Ata juga mengunjungi kompleks Museum Imam Hazraty di Uzbekistan. Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung salah satu mushaf Utsmani asli dan mempelajari kontribusi para ilmuwan Muslim asal Uzbekistan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Prof. Hamam Hadi menyebut sejumlah tokoh besar dari kawasan tersebut seperti Imam Bukhari, Imam Al-Maturidi, Imam Naqsabandi, Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, hingga Al-Biruni yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan hadis, kedokteran, matematika, algoritma, dan astronomi modern.
“Kami belajar bagaimana luar biasanya kontribusi para ulama dan ilmuwan besar asal Uzbekistan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban modern saat ini,” ungkapnya.
Melalui kerja sama internasional ini, Universitas Alma Ata berharap dapat memperkuat kualitas akademik, memperluas kolaborasi riset global, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan di tingkat internasional.




















