Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang memanfaatkan sekolah sebagai sarana untuk mengidentifikasi keluarga yang rentan secara sosial dan ekonomi. Melalui program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setormadu), pemerintah setempat melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah untuk memantau kondisi siswa. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menekankan pentingnya sekolah sebagai tempat untuk mendeteksi masalah sosial yang dapat mempengaruhi pendidikan anak.
Dalam kunjungannya ke SDN Kepuharjo 01 dan SMPN 02 di Kecamatan Lumajang, Indah Amperawati memberikan bantuan berupa sepatu kepada 40 siswa. Ia juga memeriksa kondisi sarana belajar dan kebutuhan dasar siswa di sekolah tersebut. Menurut Indah, sekolah adalah tempat yang efektif untuk memahami kondisi riil keluarga, karena banyak masalah sosial anak dapat terlihat dari keseharian mereka di lingkungan pendidikan.
Indah menjelaskan bahwa kondisi seragam, perlengkapan sekolah, dan asupan gizi sering menjadi indikator awal kerentanan keluarga. “Sekolah bukan hanya tempat belajar. Dari sekolah, kita bisa melihat kondisi anak secara langsung, termasuk kebutuhan yang mungkin belum terpenuhi di rumah. Dari situ pemerintah bisa segera hadir membantu,” ujarnya.
Pendekatan langsung ke sekolah dianggap penting agar pemerintah tidak hanya bergantung pada laporan administratif, tetapi juga dapat melihat kondisi nyata yang dihadapi anak-anak. Deteksi dini ini diharapkan dapat mencegah masalah sosial berkembang menjadi hambatan pendidikan. “Kadang persoalan keluarga terlihat dari hal sederhana. Sepatu yang tidak layak, perlengkapan yang kurang, atau kondisi kesehatan anak. Kalau diketahui lebih awal, kita bisa cepat mengambil langkah,” tambahnya.
Kunjungan tersebut bertujuan menjadikan sekolah sebagai ruang identifikasi kerentanan sosial keluarga. Dengan interaksi langsung siswa, guru, dan lingkungan sekolah, pemerintah dapat memetakan kebutuhan yang memerlukan intervensi lintas sektor. Pendekatan ini juga memungkinkan pemerintah menghubungkan pelayanan pendidikan dengan pelayanan sosial agar bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran.
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui proses belajar di kelas. Menurutnya, memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi adalah bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan. “Anak-anak akan belajar lebih baik ketika kebutuhan dasarnya terpenuhi dan lingkungan mendukung. Karena itu, pemerintah harus hadir lebih dekat untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” ujarnya.





















