Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Mengenal Hantavirus: Ancaman dari Tikus dan Risiko Penularan

Wawan by Wawan
2 hours ago
in Pendidikan
Reading Time: 4 mins read
418 5
A A
0
Mengenal Hantavirus: Ancaman dari Tikus dan Risiko Penularan
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~ Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian global setelah terjadinya wabah di kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Eropa. Penyakit ini disebabkan oleh hantavirus strain Andes yang memiliki kemampuan penularan antar manusia, meskipun dalam tingkat terbatas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa risiko pandemi global dari wabah ini masih rendah karena penularannya membutuhkan kontak erat dalam waktu lama.

Menanggapi situasi tersebut, Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) mengadakan talkshow daring bertema “Hantavirus: Ancaman Lama yang Kembali Mencuri Perhatian Dunia”. Dalam acara ini, dr. Riris Andono Ahmad, MPH, PhD., dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, menjelaskan perkembangan wabah, karakteristik virus Andes, dan risiko penyebarannya secara global.

You might also like

Ratifikasi ILO 188: Langkah Baru dalam Perlindungan Pekerja Perikanan Indonesia

Ratifikasi ILO 188: Langkah Baru dalam Perlindungan Pekerja Perikanan Indonesia

13 May 2026
Dosen UGM Kritik Keterlibatan Kampus dalam Program Makan Bergizi Gratis

Dosen UGM Kritik Keterlibatan Kampus dalam Program Makan Bergizi Gratis

13 May 2026

Riris menjelaskan bahwa hantavirus strain Andes berasal dari kawasan Pegunungan Andes, Amerika Selatan, dan dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang berpotensi fatal. Berbeda dengan sebagian besar hantavirus lainnya, strain Andes dapat menular antar manusia dengan masa inkubasi 4 hingga 42 hari. “Penyebab dari hantavirus adalah strain Andes yang berasal dari daerah Amerika Selatan, Pegunungan Andes. Dia mampu menyebabkan sindrom paru-paru sehingga dapat menular antar manusia,” ujarnya, Rabu (13/5).

Dalam paparannya, Riris menyebutkan bahwa wabah di kapal pesiar tersebut melibatkan delapan kasus infeksi, terdiri dari enam kasus terkonfirmasi dan dua kasus tersangka, dengan tiga korban meninggal dari total 147 penumpang dan awak kapal. Negara-negara yang terdampak meliputi Belanda, Afrika Selatan, Inggris, Jerman, Swiss, dan Argentina.

Ia menjelaskan bahwa penularan hantavirus terjadi melalui dua jalur: primer dan sekunder. Jalur primer berasal dari kontak manusia dengan tikus, termasuk melalui kotoran, urin, atau gigitan tikus. Sementara itu, pada strain Andes, penularan sekunder dapat terjadi antar manusia melalui droplet atau percikan cairan tubuh. Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme penularannya tidak semudah COVID-19 karena membutuhkan kontak erat dan berlangsung lama dengan penderita. “Kalau strain Andes, kumannya bisa ditularkan melalui droplet, tetapi tidak semudah COVID karena harus memiliki kontak yang erat dan lama,” jelasnya.

Menurut Riris, langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), menjaga kebersihan tangan, serta menjaga jarak dari individu yang terinfeksi. Upaya tersebut dinilai penting terutama bagi tenaga kesehatan maupun individu yang berada di wilayah dengan risiko paparan tikus tinggi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa WHO telah melakukan asesmen terhadap kasus tersebut dan menyimpulkan bahwa risiko pandemi global masih rendah. Hal ini disebabkan penyebaran virus sejauh ini masih terbatas pada penumpang kapal pesiar dan dapat dikendalikan melalui isolasi serta pelacakan kontak secara cepat. “Hasil asesmen WHO menunjukkan risiko pandemi itu rendah karena kontak dengan penderita harus dekat dan dalam jangka waktu yang lama. Penularannya juga bisa langsung dihentikan di kapal,” katanya.

Selain faktor pola penularan yang terbatas, respons internasional yang cepat juga menjadi alasan mengapa wabah dinilai masih terkendali. Berbagai lembaga kesehatan internasional telah melakukan koordinasi untuk proses isolasi pasien, karantina, hingga pelacakan kontak lintas negara.

Riris juga menekankan bahwa secara umum hantavirus tetap tergolong zoonosis dengan transmisi utama dari hewan pengerat. Namun, terdapat laporan khusus pada strain Andes yang memungkinkan penularan antar manusia. “Secara umum, tetap zoonosis. Yang menjadi strain Andes itu human to human karena itu bisa menyebabkan pulmonary disease di paru-paru. Karena paru-paru itu organ pernapasan kita, maka bisa menyebar melalui droplet. Tetapi hal itu bukanlah yang utama karena itu butuh kontak erat yang lama,” terang Riris.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RSUP Sardjito, dr. Alindina Anjani, Sp.PD, memaparkan berbagai aspek terkait hantavirus, mulai dari epidemiologi, mekanisme penularan, patogenesis, hingga manifestasi klinis penyakitnya. Alindina menjelaskan bahwa hantavirus merupakan virus RNA yang termasuk kelompok zoonosis dan ditularkan terutama melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularan ke manusia terjadi melalui kontak dengan urin, feses, air liur, maupun aerosol dari ekskresi tikus yang terinfeksi. Karena itu, keberadaan tikus menjadi faktor penting dalam rantai penularan penyakit. “Kalau tidak ada tikusnya, kemungkinan tidak ada penularan ke manusia seperti ini. Yang berisiko terkena tentunya yang selalu berinteraksi dengan tikus,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa kelompok yang rentan terpapar hantavirus lain pekerja gudang, petani, pekerja kehutanan, hingga individu yang sering melakukan aktivitas luar ruang seperti berkemah. Risiko juga meningkat pada lingkungan dengan sanitasi buruk atau area yang mengalami infestasi tikus. Secara umum terdapat dua sindrom utama akibat infeksi hantavirus, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS), serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). HPS lebih banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara dan Selatan, sedangkan HFRS dominan di Asia dan Eropa.

Menurutnya, kedua sindrom tersebut memiliki reservoir dan karakteristik virus yang berbeda. Pada HPS, reservoir utama berasal dari rodensia liar di kawasan Amerika seperti deer mouse, sementara HFRS lebih banyak ditularkan melalui tikus rumah, tikus sawah, maupun vole yang banyak ditemukan di Asia dan Eropa. “Yang terjadi di kapal pesiar itu adalah HPS dan yang populer di Asia adalah HFRS. Karena keduanya berbeda, maka reservoir-nya juga berbeda, jenis tikusnya juga berbeda, tetapi cara penularannya hampir sama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penularan hantavirus pada umumnya terjadi melalui inhalasi aerosol yang mengandung partikel virus dari urin, feses, atau saliva tikus. Penularan antar manusia disebut sangat jarang terjadi, khususnya pada HFRS yang hingga kini belum menunjukkan transmisi manusia ke manusia secara signifikan.

Pada pemaparan mengenai patogenesis, Alindina menjelaskan bahwa HPS terutama menyerang paru dan sistem kardiovaskular. Kondisi ini kemudian memicu sesak napas progresif, hipoksia, hingga gagal napas berat dan syok.

Ia menjelaskan jika perjalanan penyakit HPS terdiri atas beberapa fase, mulai dari fase prodromal dengan gejala demam, malaise, mialgia, mual, dan muntah, kemudian berkembang ke fase kardiopulmoner yang ditandai gangguan pernapasan berat. Pada pemeriksaan laboratorium biasanya ditemukan trombositopenia, hemokonsentrasi, dan leukositosis. Sementara pada HFRS, organ target utama adalah ginjal dan endotel vaskular. Kerusakan vaskular akibat infeksi menyebabkan kebocoran kapiler serta gangguan fungsi ginjal yang memunculkan manifestasi berupa demam tinggi, hipotensi, oliguria, proteinuria, hematuria, hingga perdarahan.

Selain gejala klinis, ia juga memaparkan perbedaan karakteristik kedua sindrom tersebut. HPS cenderung memiliki mortalitas lebih tinggi dengan angka kematian mencapai sekitar 30-40 persen akibat gagal napas dan syok. Sebaliknya, tingkat keparahan HFRS lebih bervariasi tergantung jenis virus penyebabnya, seperti Hantaan, Seoul, Puumala, maupun Dobrava virus.

Alindina juga menekankan bahwa manifestasi HFRS kerap menyerupai berbagai penyakit infeksi tropis lain sehingga perlu perhatian khusus dalam diagnosis banding. Penyakit yang perlu dipertimbangkan lain demam berdarah dengue, leptospirosis, malaria, disseminated intravascular coagulation (DIC), hemolytic uremic syndrome, sepsis, hingga scrub typhus. Menurutnya, kemiripan gejala tersebut dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis apabila tenaga kesehatan tidak memiliki kewaspadaan terhadap kemungkinan infeksi hantavirus, terutama pada pasien dengan riwayat paparan tikus atau lingkungan berisiko.

Alindina mengimbau masyarakat untuk mengenali, melaporkan, dan mencegah penularan bersama agar dapat bahu-membahu menjaga kesehatan lingkungan dan memutus rantai penyebaran Hantavirus.

Melalui kegiatan ini, Pusat Studi Kedokteran Tropis FK-KMK UGM mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap ancaman penyakit zoonosis yang berpotensi muncul kembali. Pemahaman mengenai faktor risiko, mekanisme penularan, serta pengenalan gejala dini diharapkan dapat membantu upaya pencegahan dan penanganan kasus secara lebih cepat dan tepat.

Tags: ArgentinaBerita JogjaHeadlineJogjaKasus
Wawan

Wawan

Related Stories

Ratifikasi ILO 188: Langkah Baru dalam Perlindungan Pekerja Perikanan Indonesia

Ratifikasi ILO 188: Langkah Baru dalam Perlindungan Pekerja Perikanan Indonesia

by Aditya
13 May 2026
0

Headline.co.id, Kepulauan Aru ~ Kenaikan harga bahan bakar minyak akibat situasi geopolitik global yang memanas mulai berdampak pada nelayan di...

Dosen UGM Kritik Keterlibatan Kampus dalam Program Makan Bergizi Gratis

Dosen UGM Kritik Keterlibatan Kampus dalam Program Makan Bergizi Gratis

by wahyu
13 May 2026
0

Headline.co.id, Menteri Pendidikan Tinggi Riset Dan Teknologi ~ Brian Yuliarto, mengusulkan agar kampus berperan aktif dalam program pemerintah, termasuk pendirian...

UGM dan SRI UiTM Kembangkan Teknologi Agrivoltaic di Pandowoharjo Sleman

UGM dan SRI UiTM Kembangkan Teknologi Agrivoltaic di Pandowoharjo Sleman

by Ari Wibowo muhammad
12 May 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen untuk mengembangkan teknologi agrivoltaic hybrid di Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, guna mewujudkan...

Universitas Sriwijaya Kunjungi UGM untuk Studi Banding Sistem Informasi Terintegrasi

Universitas Sriwijaya Kunjungi UGM untuk Studi Banding Sistem Informasi Terintegrasi

by Dwina
12 May 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Universitas Sriwijaya (Unsri) di Gedung Pusat UGM pada Senin (11/5)....

Kenaikan Harga Sapi Impor, UGM Anjurkan Penguatan Populasi Sapi Lokal

Kenaikan Harga Sapi Impor, UGM Anjurkan Penguatan Populasi Sapi Lokal

by Fajar
12 May 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Kenaikan harga sapi impor dari Australia terjadi akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan peningkatan...

Tim Mahasiswa UGM Sukses Raih Tiga Penghargaan di Kompetisi Mobil Reaksi Kimia

Tim Mahasiswa UGM Sukses Raih Tiga Penghargaan di Kompetisi Mobil Reaksi Kimia

by Dwina
12 May 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali menggelar Chemical Reaction Car Competition pada 1-3 Mei lalu. Dalam ajang tersebut,...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Ketua Komisi IV DPR RI Hadiri Pelepasan Bantuan 22 Kontainer untuk Korban Bencana di Sumatra

Ketua Komisi IV DPR RI Hadiri Pelepasan Bantuan 22 Kontainer untuk Korban Bencana di Sumatra

15 February 2026
Veda Ega Pratama, Pembalap Muda Indonesia, Raih Impian Jadi Red Bull Athlete

Veda Ega Pratama, Pembalap Muda Indonesia, Raih Impian Jadi Red Bull Athlete

17 March 2026
PMI Balangan Segera Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

PMI Balangan Segera Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

7 January 2026
Guru di Sleman Diharapkan Menjadi Contoh Etika Berlalu Lintas

Guru di Sleman Diharapkan Menjadi Contoh Etika Berlalu Lintas

12 November 2025

Jokowi Ubah Struktur Ekonomi Komoditas Jadi Berbasis Inovasi Teknologi

15 September 2021
BGN Desak SPPG Hentikan Kerja Sama dengan Mitra yang Naikkan Harga Bahan Baku

BGN Desak SPPG Hentikan Kerja Sama dengan Mitra yang Naikkan Harga Bahan Baku

26 February 2026

Satlantas Polres Magetan Amankan Belasan Motor Tak Sesuai Aturan Lalu Lintas Saat Operasi Zebra

21 November 2021

Artikel Terbaru

Perahu nelayan yang terbalik usai dihantam ombak besar di kawasan Pantai Baru, Bantul, Rabu (13/5/2026). Insiden saat perahu hendak mendarat dari melaut tersebut mengakibatkan tiga awak terjatuh ke laut, dua orang selamat dan satu korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Pantai Baru Bantul, Satu ABK Masih Dalam Pencarian

13 May 2026
Mengenal Hantavirus: Ancaman dari Tikus dan Risiko Penularan

Mengenal Hantavirus: Ancaman dari Tikus dan Risiko Penularan

13 May 2026
Polisi Kebumen Amankan Pria Diduga Aniaya Istri dan Mertua Hingga Meninggal

Polisi Kebumen Amankan Pria Diduga Aniaya Istri dan Mertua Hingga Meninggal

13 May 2026
Polda Lampung Bongkar Kasus Perdagangan Anak di Bawah Umur, Kapolda Serukan Pengawasan Orang Tua

Polda Lampung Bongkar Kasus Perdagangan Anak di Bawah Umur, Kapolda Serukan Pengawasan Orang Tua

13 May 2026
Indonesia Tegaskan Komitmen Pelestarian Hutan di Forum PBB

Indonesia Tegaskan Komitmen Pelestarian Hutan di Forum PBB

13 May 2026
Indonesia Tegaskan Komitmen Konservasi Biodiversitas di Forum PBB

Indonesia Tegaskan Komitmen Konservasi Biodiversitas di Forum PBB

13 May 2026
Indonesia dan Jepang Tingkatkan Kerja Sama dalam Ekonomi Sirkular dan Pengelolaan E-Waste

Indonesia dan Jepang Tingkatkan Kerja Sama dalam Ekonomi Sirkular dan Pengelolaan E-Waste

13 May 2026

Popular Story

  • Viral Tasya Gym Bandar Batang di TikTok, Ini Fakta di Balik Link 15 Menit yang Beredar

    Link Download Video “Tasya Gym Bandar Batang” Viral, Fakta Video 15 Menit yang Beredar di Media Sosial

    3118 shares
    Share 1247 Tweet 780
  • Link Video Tasya Gym Bandar Batang Ramai di TikTok dan X, Ini Fakta dan Risiko di Baliknya

    2243 shares
    Share 897 Tweet 561
  • Link Video Sejoli Batang Viral Diburu Warganet, Polisi Ungkap Dugaan Motifnya

    2329 shares
    Share 932 Tweet 582
  • Sapi Bernilai Rp180 Juta Menjadi Sorotan di Bursa Ternak Banyuwangi

    1184 shares
    Share 474 Tweet 296
  • Link Video Bandar Bergetar Sejoli Batang Diburu Warganet, Pasangan Pemeran Kini Telah Dinikahkan

    1794 shares
    Share 718 Tweet 449
  • Link Video Viral “Vell TikTok Blunder” di Buru di Sosial Media, Pakar Ingatkan Modus Penipuan

    1365 shares
    Share 546 Tweet 341
  • Wali Kota Malang Dorong Warga NTT Jaga Kerukunan di Malang Raya

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Penemuan Dua Jenazah di Sungai Bedog Gegerkan Warga Pajangan Bantul, Satu Korban Tinggal Tulang Belulang

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.