Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Mengenal Hantavirus: Ancaman dari Tikus dan Risiko Penularan

Wawan by Wawan
5 months ago
in Pendidikan
Reading Time: 4 mins read
419 4
A A
0
Mengenal Hantavirus: Ancaman dari Tikus dan Risiko Penularan
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~ Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian global setelah terjadinya wabah di kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Eropa. Penyakit ini disebabkan oleh hantavirus strain Andes yang memiliki kemampuan penularan antar manusia, meskipun dalam tingkat terbatas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa risiko pandemi global dari wabah ini masih rendah karena penularannya membutuhkan kontak erat dalam waktu lama.

Menanggapi situasi tersebut, Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) mengadakan talkshow daring bertema “Hantavirus: Ancaman Lama yang Kembali Mencuri Perhatian Dunia”. Dalam acara ini, dr. Riris Andono Ahmad, MPH, PhD., dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, menjelaskan perkembangan wabah, karakteristik virus Andes, dan risiko penyebarannya secara global.

You might also like

Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional 2026.

TKA 2026 Tidak Lagi Pakai Skor 0-100, Peserta Wajib Pahami Sistem Baru

16 September 2026
TKA 2026

Skor TKA 2026 Berubah Jadi 200-800, Nilai 725 Dapat Predikat Istimewa

16 September 2026

Riris menjelaskan bahwa hantavirus strain Andes berasal dari kawasan Pegunungan Andes, Amerika Selatan, dan dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang berpotensi fatal. Berbeda dengan sebagian besar hantavirus lainnya, strain Andes dapat menular antar manusia dengan masa inkubasi 4 hingga 42 hari. “Penyebab dari hantavirus adalah strain Andes yang berasal dari daerah Amerika Selatan, Pegunungan Andes. Dia mampu menyebabkan sindrom paru-paru sehingga dapat menular antar manusia,” ujarnya, Rabu (13/5).

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Dalam paparannya, Riris menyebutkan bahwa wabah di kapal pesiar tersebut melibatkan delapan kasus infeksi, terdiri dari enam kasus terkonfirmasi dan dua kasus tersangka, dengan tiga korban meninggal dari total 147 penumpang dan awak kapal. Negara-negara yang terdampak meliputi Belanda, Afrika Selatan, Inggris, Jerman, Swiss, dan Argentina.

Ia menjelaskan bahwa penularan hantavirus terjadi melalui dua jalur: primer dan sekunder. Jalur primer berasal dari kontak manusia dengan tikus, termasuk melalui kotoran, urin, atau gigitan tikus. Sementara itu, pada strain Andes, penularan sekunder dapat terjadi antar manusia melalui droplet atau percikan cairan tubuh. Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme penularannya tidak semudah COVID-19 karena membutuhkan kontak erat dan berlangsung lama dengan penderita. “Kalau strain Andes, kumannya bisa ditularkan melalui droplet, tetapi tidak semudah COVID karena harus memiliki kontak yang erat dan lama,” jelasnya.

Menurut Riris, langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), menjaga kebersihan tangan, serta menjaga jarak dari individu yang terinfeksi. Upaya tersebut dinilai penting terutama bagi tenaga kesehatan maupun individu yang berada di wilayah dengan risiko paparan tikus tinggi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa WHO telah melakukan asesmen terhadap kasus tersebut dan menyimpulkan bahwa risiko pandemi global masih rendah. Hal ini disebabkan penyebaran virus sejauh ini masih terbatas pada penumpang kapal pesiar dan dapat dikendalikan melalui isolasi serta pelacakan kontak secara cepat. “Hasil asesmen WHO menunjukkan risiko pandemi itu rendah karena kontak dengan penderita harus dekat dan dalam jangka waktu yang lama. Penularannya juga bisa langsung dihentikan di kapal,” katanya.

Selain faktor pola penularan yang terbatas, respons internasional yang cepat juga menjadi alasan mengapa wabah dinilai masih terkendali. Berbagai lembaga kesehatan internasional telah melakukan koordinasi untuk proses isolasi pasien, karantina, hingga pelacakan kontak lintas negara.

Riris juga menekankan bahwa secara umum hantavirus tetap tergolong zoonosis dengan transmisi utama dari hewan pengerat. Namun, terdapat laporan khusus pada strain Andes yang memungkinkan penularan antar manusia. “Secara umum, tetap zoonosis. Yang menjadi strain Andes itu human to human karena itu bisa menyebabkan pulmonary disease di paru-paru. Karena paru-paru itu organ pernapasan kita, maka bisa menyebar melalui droplet. Tetapi hal itu bukanlah yang utama karena itu butuh kontak erat yang lama,” terang Riris.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RSUP Sardjito, dr. Alindina Anjani, Sp.PD, memaparkan berbagai aspek terkait hantavirus, mulai dari epidemiologi, mekanisme penularan, patogenesis, hingga manifestasi klinis penyakitnya. Alindina menjelaskan bahwa hantavirus merupakan virus RNA yang termasuk kelompok zoonosis dan ditularkan terutama melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularan ke manusia terjadi melalui kontak dengan urin, feses, air liur, maupun aerosol dari ekskresi tikus yang terinfeksi. Karena itu, keberadaan tikus menjadi faktor penting dalam rantai penularan penyakit. “Kalau tidak ada tikusnya, kemungkinan tidak ada penularan ke manusia seperti ini. Yang berisiko terkena tentunya yang selalu berinteraksi dengan tikus,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa kelompok yang rentan terpapar hantavirus lain pekerja gudang, petani, pekerja kehutanan, hingga individu yang sering melakukan aktivitas luar ruang seperti berkemah. Risiko juga meningkat pada lingkungan dengan sanitasi buruk atau area yang mengalami infestasi tikus. Secara umum terdapat dua sindrom utama akibat infeksi hantavirus, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS), serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). HPS lebih banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara dan Selatan, sedangkan HFRS dominan di Asia dan Eropa.

Menurutnya, kedua sindrom tersebut memiliki reservoir dan karakteristik virus yang berbeda. Pada HPS, reservoir utama berasal dari rodensia liar di kawasan Amerika seperti deer mouse, sementara HFRS lebih banyak ditularkan melalui tikus rumah, tikus sawah, maupun vole yang banyak ditemukan di Asia dan Eropa. “Yang terjadi di kapal pesiar itu adalah HPS dan yang populer di Asia adalah HFRS. Karena keduanya berbeda, maka reservoir-nya juga berbeda, jenis tikusnya juga berbeda, tetapi cara penularannya hampir sama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penularan hantavirus pada umumnya terjadi melalui inhalasi aerosol yang mengandung partikel virus dari urin, feses, atau saliva tikus. Penularan antar manusia disebut sangat jarang terjadi, khususnya pada HFRS yang hingga kini belum menunjukkan transmisi manusia ke manusia secara signifikan.

Pada pemaparan mengenai patogenesis, Alindina menjelaskan bahwa HPS terutama menyerang paru dan sistem kardiovaskular. Kondisi ini kemudian memicu sesak napas progresif, hipoksia, hingga gagal napas berat dan syok.

Ia menjelaskan jika perjalanan penyakit HPS terdiri atas beberapa fase, mulai dari fase prodromal dengan gejala demam, malaise, mialgia, mual, dan muntah, kemudian berkembang ke fase kardiopulmoner yang ditandai gangguan pernapasan berat. Pada pemeriksaan laboratorium biasanya ditemukan trombositopenia, hemokonsentrasi, dan leukositosis. Sementara pada HFRS, organ target utama adalah ginjal dan endotel vaskular. Kerusakan vaskular akibat infeksi menyebabkan kebocoran kapiler serta gangguan fungsi ginjal yang memunculkan manifestasi berupa demam tinggi, hipotensi, oliguria, proteinuria, hematuria, hingga perdarahan.

Selain gejala klinis, ia juga memaparkan perbedaan karakteristik kedua sindrom tersebut. HPS cenderung memiliki mortalitas lebih tinggi dengan angka kematian mencapai sekitar 30-40 persen akibat gagal napas dan syok. Sebaliknya, tingkat keparahan HFRS lebih bervariasi tergantung jenis virus penyebabnya, seperti Hantaan, Seoul, Puumala, maupun Dobrava virus.

Alindina juga menekankan bahwa manifestasi HFRS kerap menyerupai berbagai penyakit infeksi tropis lain sehingga perlu perhatian khusus dalam diagnosis banding. Penyakit yang perlu dipertimbangkan lain demam berdarah dengue, leptospirosis, malaria, disseminated intravascular coagulation (DIC), hemolytic uremic syndrome, sepsis, hingga scrub typhus. Menurutnya, kemiripan gejala tersebut dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis apabila tenaga kesehatan tidak memiliki kewaspadaan terhadap kemungkinan infeksi hantavirus, terutama pada pasien dengan riwayat paparan tikus atau lingkungan berisiko.

Alindina mengimbau masyarakat untuk mengenali, melaporkan, dan mencegah penularan bersama agar dapat bahu-membahu menjaga kesehatan lingkungan dan memutus rantai penyebaran Hantavirus.

Melalui kegiatan ini, Pusat Studi Kedokteran Tropis FK-KMK UGM mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap ancaman penyakit zoonosis yang berpotensi muncul kembali. Pemahaman mengenai faktor risiko, mekanisme penularan, serta pengenalan gejala dini diharapkan dapat membantu upaya pencegahan dan penanganan kasus secara lebih cepat dan tepat.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: ArgentinaBerita JogjaHeadlineJogjaKasus

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Wawan

Wawan

Related Stories

Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional 2026.

TKA 2026 Tidak Lagi Pakai Skor 0-100, Peserta Wajib Pahami Sistem Baru

by Saddam
16 September 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK menggunakan sistem pelaporan nilai baru yang...

TKA 2026

Skor TKA 2026 Berubah Jadi 200-800, Nilai 725 Dapat Predikat Istimewa

by Saddam
16 September 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Sistem penilaian Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK mengalami perubahan dibandingkan pelaksanaan...

Pecahkan Rekor MURI, Kejurnas Bulutangkis Piala Raja Diikuti 2.817 Atlet

Kejurnas Bulutangkis Piala Raja Diikuti 2.817 Atlet

by Dani
16 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Kejuaraan Nasional Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X 2026 dibuka di GOR Lembah UGM, Selasa (15/9). Kejuaraan...

Mahasiswa UGM Bikin Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

Glucowrap, Sandal Pintar UGM untuk Pantau Risiko Kaki Diabetes

by wahyu
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Glucowrap, sandal pintar untuk membantu mendeteksi lebih awal perubahan kondisi kaki...

Bantu UMKM Naik Kelas, Mahasiswa UGM Ciptakan Intoco untuk Tempering Cokelat

Intoco, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Efisiensi Tempering Cokelat UMKM

by wahyu
15 September 2026
0

Headline.co.id, Kulon Progo ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Intoco (Integrated Tempering Operation...

Kemenyan Masih Diekspor Mentah, Dosen UGM Desak Pemerintah Lakukan Hilirisasi

Hilirisasi Kemenyan Dinilai Penting untuk Naikkan Nilai Ekonomi

by Dwina
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Kemenyan Indonesia masih banyak dijual dalam bentuk getah mentah dan diekspor untuk diolah di luar negeri. Guru...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Menaker Pastikan Program Magang Nasional Inklusif untuk Semua

Menaker Pastikan Program Magang Nasional Inklusif untuk Semua

19 June 2026
Penggunaan QRIS di Jakarta Mencapai 38 Persen dari Total Nasional

Penggunaan QRIS di Jakarta Mencapai 38 Persen dari Total Nasional

5 July 2026
Pemkab Buleleng Tingkatkan Upaya Pemulihan Pascabanjir di Banjar

Pemkab Buleleng Tingkatkan Upaya Pemulihan Pascabanjir di Banjar

14 March 2026

Pergantian Wesel, Perjalanan KRL Hanya Sampai Stasiun Manggarai, Informasi Lengkap Disini

21 February 2020
Warga dan Pemprov DKI Gotong Royong Bersihkan Halte Transjakarta Senen Pasca Unjuk Rasa

Warga dan Pemprov DKI Gotong Royong Bersihkan Halte Transjakarta Senen Pasca Unjuk Rasa

1 September 2025
Polres Sibolga Berikan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Longsor

Polres Sibolga Berikan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Longsor

11 December 2025
Gereja Maria Bunda Karmel Kasongan Diresmikan, Tingkatkan Kerukunan di Katingan

Gereja Maria Bunda Karmel Kasongan Diresmikan, Tingkatkan Kerukunan di Katingan

21 July 2026

Artikel Terbaru

Anggota Komisi III DPR RI Minta Polri Tindak Tegas Polisi Gadungan Catut Nama Polres dan BNN

DPR Minta Polri Tindak Tegas Polisi Gadungan di Garut

11 October 2026
Waspadai Tiket Palsu Ini Dos And Donts Persib Vs Dewa United

Tiket Palsu Persib Vs Dewa United, Ini Aturan untuk Bobotoh

11 October 2026
: Inovasi olahan pangan lokal terus digelorakan di Kalurahan Condongcatur. Tim Penggerak PKK menyulap tempe menjadi sajian kuliner modern guna memenuhi gizi keluarga serta mendukung percepatan penurunan stunting, Rabu (29/7/2026).

Olahan Tempe PKK Condongcatur Didorong Cegah Stunting

11 October 2026

Persebaya U-18 Menang 5-1 atas Persik dan Pimpin Grup C

11 October 2026
Asupan malam Minggu viral, Bilqis Banyuwangi hingga A Day in My Life bikin penasaran

Link Video Asupan Malam Minggu Viral, Bilqis Banyuwangi hingga Hijab Cantik Hyper Ramai Dicari

11 October 2026
Video Kenshusei Jepang bercelana biru ramai dicari, istilah ayam geprek 19 menit ikut viral di internet

Viral Ayam Geprek Jepang 19 Menit, Isu Video Dewasa Kenshusei Bercelana Biru Jadi Sorotan

11 October 2026
: Presiden Prabowo dalam peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026). Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Pariwisata Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan

11 October 2026

Popular Story

: Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, turun langsung ke jalan untuk membagikan Masker. Foto:Yudi (Istimewa)
Nasional

Kabut Asap di Langgur, Pemkab Maluku Tenggara Sebar 15.000 Masker

by Aditya
8 October 2026
0

Headline.co.id, Maluku Tenggara ~ Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyiapkan sekitar...

Read moreDetails

The Sudirman Dialogue 2027 Dibahas Wamenhan dan FISIP UI

Sopir Mobil SPPG Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di OKU Timur, 3 Orang Sekeluarga Tewas dan 1 Anak Luka Berat

Cara Mengobati Gondongan pada Anak Sesuai Aturan Medis

Persib U20 Menang 4-0 atas PSIS di EPA ONE

Gempa Magnitudo 3.8 Guncang Tahuna, Kepulauan Sangihe

Persib vs Port FC Imbang 0-0 di Babak Pertama

Ekspedisi Merah Putih Salurkan Bantuan untuk Warga Pesisir Rupat

Evaluasi Ombudsman, Ditjen Bimas Islam Kejar Nilai 88

Ombudsman Nilai Layanan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.