Headline.co.id, Sleman ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen untuk mengembangkan teknologi agrivoltaic hybrid di Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, guna mewujudkan desa mandiri hijau. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Solar Research Institute (SRI) UiTM dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui penggunaan energi berkelanjutan. Inisiatif ini juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemerintah Kalurahan, BUMKal Amarta, Babinsa, Babinkamtibmas, dan Badan Perwakilan Kalurahan.
Dalam pelaksanaan program, kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid yang akan dipasang adalah 2,6 kWp, disesuaikan dengan kebutuhan irigasi cerdas dan mesin hilirisasi desa. Proses perakitan prototipe dilakukan di Laboratorium Energi Terbarukan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, dengan melibatkan warga desa untuk memastikan transfer pengetahuan. Ahmad Agus Setiawan, Ph.D., ketua tim, menyatakan bahwa sistem ini akan dilengkapi dengan kamera pengawas berbasis internet, sensor RiTx untuk pemantauan kondisi tanah dan cuaca secara real-time, serta pelatihan deteksi anomali sistem menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Tim ini juga terdiri dari Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, Ph.D., dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dan Prof. Nofri Yenita Dahlan, Direktur SRI UiTM. Bayu Dwi Apri Nugroho menekankan pentingnya integrasi data iklim dalam pengembangan agrivoltaic untuk mengoptimalkan mikroklimat, sehingga panel surya tidak hanya menghasilkan listrik tetapi juga mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura.
Ahmad Agus Setiawan mengungkapkan bahwa timnya baru saja menyelesaikan kunjungan strategis ke Malaysia pada 5–9 Mei untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi agrivoltaic. Kunjungan ini bertujuan untuk transfer pengetahuan terkait manajemen energi surya dan aplikasinya di sektor pertanian. Selama di Malaysia, tim mengunjungi UiTM Large Solar Scale (LSS) Park 2 di Gambang, Pahang, dan Universiti Putra Malaysia (UPM).
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Mohammad Effendy bin Yaacob dari UPM menekankan pentingnya manfaat langsung teknologi ini bagi kesejahteraan petani. Sementara itu, Nofri Yenita Dahlan menekankan pentingnya perencanaan agrivoltaic yang matang melalui simulasi energy yield dan analisis shading untuk menjaga produktivitas tanaman.





















