Headline.co.id, Jogja ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali menggelar Chemical Reaction Car Competition pada 1-3 Mei lalu. Dalam ajang tersebut, Tim Reactics dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang terdiri dari mahasiswa Teknik Kimia, berhasil meraih tiga penghargaan. Tim yang dikirim oleh UGM terdiri dari tiga kelompok, yaitu Reactics Antrasena, Reactics Jayantaka, dan Reactics Antaredja, masing-masing menempati posisi ketiga, keempat, dan kelima.
Asyiq Manarul Hidayah, anggota dari Tim Reactics Antrasena, menjelaskan bahwa mobil yang mereka kembangkan menggunakan energi dari reaksi dekomposisi hidrogen peroksida yang menghasilkan gas oksigen dan air. “Reaksi ini secara alami berlangsung lambat, sehingga kami memerlukan katalis untuk mempercepat laju reaksi,” ujarnya pada Selasa (12/5).
Tim Reactics melakukan penelitian terhadap beberapa katalis, termasuk yeast, kalium iodida, dan FeCl₃ atau besi(III) klorida. Hasil pengujian menunjukkan bahwa FeCl₃ memberikan performa terbaik dari segi ekonomis, laju reaksi, dan persen konversi. Asyiq juga menyebutkan bahwa mekanisme penghentian mobil dirancang agar dapat berhenti secara otomatis ketika gas oksigen habis.
Dalam persiapan kompetisi, tim memerlukan fokus dan ketelitian tinggi, mulai dari perencanaan desain hingga pengoperasian mobil di arena. Evaluasi, uji coba, serta pemantauan dan perawatan rutin dilakukan untuk memastikan model fisik dari desain 3D dapat terwujud dengan optimal. Pada hari kompetisi, tantangan utama adalah ketelitian dalam kalibrasi.
Ikbar Habibi, Ketua Tim Reactics Antrasena, menekankan bahwa kekuatan tim terletak pada kontrol diri dan kemampuan beradaptasi setiap anggota. “Dari kompetisi ini kami belajar bahwa kepemimpinan berarti konsistensi pada tujuan di tengah ketidakpastian,” ungkapnya. Ikbar menjelaskan bahwa anggota tim Antrasena yang bertugas sebagai pemulai harus mengontrol bukaan katup gas secara akurat, sementara anggota lainnya memastikan sistem beroperasi terintegrasi agar kendaraan berhenti tepat di titik target.
Bagi Ikbar, kemenangan ini merupakan hasil dari proses perancangan yang membuktikan ketahanan tim dalam menghadapi kendala teknis dan tekanan. Meskipun belum mencapai target utama, pengalaman ini menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk terus berkembang. Tim mahasiswa berkomitmen memperkuat strategi, meningkatkan kualitas teknis, dan mempererat sinergi. “Dengan fokus pada riset dan pengembangan berkelanjutan, Tim Reactics UGM berharap meraih hasil terbaik di kompetisi nasional maupun internasional berikutnya,” pungkasnya.






















