Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya memperkuat pendidikan karakter di sekolah-sekolah dengan menata ruang-ruang sederhana sebagai bagian dari pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak dan berkepribadian kuat. Upaya ini terlihat dalam kunjungan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat pelaksanaan program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setormadu) di SDN Blukon, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (12/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah memberikan bantuan renovasi musala sekolah, mendukung sarana seni religi dengan pembaruan alat rebana, serta menyerahkan bantuan sepatu bagi siswa yang membutuhkan. Indah Amperawati menegaskan bahwa pembangunan karakter anak tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kebiasaan yang dibentuk di lingkungan sekolah sehari-hari.
Menurut Indah, tempat ibadah, kegiatan seni religi, hingga perhatian terhadap kebutuhan dasar siswa merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang utuh. “Anak-anak tumbuh dari kebiasaan yang mereka jalani setiap hari. Karena itu sekolah harus menjadi ruang yang mendidik ilmu, sikap, dan akhlak secara bersama,” ujarnya.
Substansi utama dari langkah tersebut adalah menjadikan sekolah sebagai ruang pembinaan karakter melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan anak. Musala sekolah dipandang sebagai tempat menanamkan disiplin ibadah dan pembiasaan nilai spiritual. Seni religi seperti Al-Banjari menjadi media menumbuhkan kecintaan terhadap nilai keagamaan sekaligus budaya.
Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar siswa menunjukkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Indah Amperawati menilai ruang-ruang sederhana tersebut justru memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepribadian anak karena menyatu dengan pengalaman belajar mereka setiap hari. “Karakter tidak selalu dibangun lewat program besar. Kadang justru tumbuh dari tempat anak beribadah, berkesenian, dan merasa diperhatikan. Dari situ mereka belajar nilai kehidupan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari lingkungan sekolah yang membentuk kebiasaan baik. Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas sederhana di sekolah merupakan investasi untuk menciptakan generasi yang kuat secara intelektual sekaligus matang secara moral. “Anak yang cerdas harus dibarengi karakter. Sekolah menjadi tempat paling penting untuk menanamkan itu melalui lingkungan yang mendukung,” ujarnya.





















