Headline.co.id, Sleman ~ Pemerintah Kabupaten Sleman menginisiasi integrasi program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat basis data pembangunan nasional. Sosialisasi program ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman di Gedung Serbaguna Kalurahan Margorejo, Kecamatan Tempel, pada Selasa, 14 April 2026.
Istiqomah Titien Rahmawati, perwakilan BPS Kabupaten Sleman, menekankan pentingnya data di tingkat akar rumput dalam menentukan akurasi kebijakan makro. “Kekuatan data di level akar rumput akan menentukan akurasi kebijakan makro,” ujar Istiqomah dalam pemaparannya di hadapan para pemangku kepentingan.
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026. Pendataan akan mencakup seluruh pelaku usaha dengan menggunakan kombinasi metode kuesioner daring dan pendataan lapangan. Fokus utama sensus ini adalah memetakan kontribusi UMKM serta isu ekonomi lingkungan yang tengah berkembang.
Sejalan dengan sensus tersebut, Program Desa Cantik 2026 difokuskan pada peningkatan literasi dan kapasitas perangkat desa. Program ini mengamanatkan pembentukan agen statistik di setiap kalurahan yang berfungsi sebagai pengelola data mandiri sekaligus jembatan realitas lapangan dan kebutuhan data nasional. “Visi besar program ini adalah menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Istiqomah.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini menuntut transparansi dari masyarakat dan pelaku usaha dalam memberikan informasi yang jujur. Pemerintah daerah berharap peran aktif perangkat desa sebagai motor sosialisasi dapat meminimalisir kendala di lapangan sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid.






















