Headline.co.id, Paringin ~ Tim Electriciteam dari SMK N 1 Paringin berhasil meraih empat penghargaan dalam tiga kompetisi tingkat nasional yang diadakan di lokasi berbeda dalam sepuluh hari terakhir. Prestasi ini menunjukkan kemampuan siswa dalam berinovasi dan bersaing di tingkat nasional.
Kepala SMK N 1 Paringin, Sukamto, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. “Selamat dan sukses untuk tim Electriciteam SMK N 1 Paringin yang telah mengikuti LKTIN di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Universitas Muhammadiyah Malang serta berhasil meraih Juara 1, Best Speaker, dan Best Teamwork. Pesan untuk anak-anakku, kalian luar biasa, mantap, dan terus lanjutkan capaian ini di kesempatan berikutnya,” ujarnya pada Rabu (3/6/2026).
Pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional AVICENNA 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada 9 Mei 2026 secara luring, tim yang terdiri dari Novi Norsfa, M. Ainul Ilmi, dan Muhammad Rifky Maulana berhasil meraih Juara 1 sekaligus Best Speaker dengan inovasi AKURAT 3.1 – Alat Ukur Keasaman Air Terpadu.
Sementara itu, pada LKTIN BISTIC X 2026 Fakultas Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang pada 12 Mei 2026, tim yang terdiri dari Keila Mohammad Aqilqa, M. Ainul Ilmi, dan Muhammad Rifky Maulana meraih penghargaan The Best Teamwork dengan inovasi PAKAR 2.1 – Penentu Harga Karet berbasis kadar karet kering.
Inovasi AKURAT 3.1 dikembangkan untuk membantu masyarakat Kalimantan Selatan yang masih memanfaatkan air sungai. Alat ini memudahkan pemantauan pH air secara praktis dan cepat, mengingat kualitas air sungai di beberapa wilayah sering menurun akibat pencemaran.
Di sisi lain, inovasi PAKAR 2.1 lahir dari kondisi petani karet di Kalimantan Selatan. Ketidakstabilan harga karet mendorong tim untuk mengembangkan alat penentu harga berbasis kadar karet kering agar penilaian kualitas karet lebih objektif dan efisien.
Keikutsertaan dalam dua kompetisi ini penuh dengan tantangan. Jadwal penerbangan dari Banjarbaru ke Semarang berubah dari pukul 13.00 menjadi 06.00 pagi. Setelah lomba dan pengumuman di Purwokerto, tim langsung melanjutkan perjalanan ke Malang menggunakan kereta api selama sekitar 7 jam. Di tengah jadwal yang padat, peserta tetap melakukan evaluasi materi, latihan presentasi, dan menyesuaikan konsep agar tampil maksimal.
Agus Hendrianor dari Komite Light Community21 turut bangga dengan pencapaian ini. “Electriciteam telah membuktikan siswa SMK mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Semoga pencapaian ini jadi motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan berkarya serta menginspirasi teman-teman lainnya,” katanya.
Rynalodo, anggota Sintelnas97, menilai pembinaan Electriciteam memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Ia mencontohkan alumni Aulia Rahman yang kini bekerja di kantornya dan sudah menjadi donatur kegiatan. “Alhamdulillah, saya senang melihat program ini membantu adik-adik berkembang. Ia mampu mengikuti ritme kerja, semangat kerja keras, tanggung jawab baik, dan sekarang jadi donatur. Semoga program ini terus berkembang,” ungkapnya.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa siswa SMKN 1 Paringin mampu beradaptasi dan berkreasi di kompetisi nasional melalui kreativitas, kerja sama, dan semangat belajar yang tinggi. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk mengembangkan potensi, menghasilkan inovasi yang bermanfaat, dan mengharumkan nama sekolah. (MC Balangan/el/eyv)








