Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Siak Tetap Memprioritaskan Pembangunan Dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan Meskipun Menghadapi Kendala Efisiensi Anggaran ~ defisit keuangan, dan kewajiban pembayaran utang daerah. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah daerah telah melakukan pemeliharaan jalan kabupaten sepanjang 152,30 kilometer secara bertahap sesuai kemampuan fiskal yang ada.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Siak, Ardi Irfandi, menyatakan bahwa penanganan difokuskan pada ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan berat dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menangani jalan-jalan yang rusak parah,” ujar Ardi pada Selasa (28/7/2026).
Selain pemeliharaan, Dinas PUPR juga telah menyelesaikan peningkatan jalan sepanjang 6,577 kilometer yang meliputi ruas Sawit Permai–Teluk Merbau, Siak–Tumang, dan Jalan Poros Dusun Lubuk Miyam. Pekerjaan ini didanai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dan Dana Insentif Daerah (DID).
Pemkab Siak juga mendapatkan dukungan dari Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) 2025–2026 melalui APBN untuk merekonstruksi Jalan Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan sepanjang 1,195 kilometer. Ardi menjelaskan bahwa total jaringan jalan di Kabupaten Siak mencapai 3.126,652 kilometer, yang terdiri dari 171,25 kilometer jalan nasional, 110,34 kilometer jalan provinsi, 1.583,969 kilometer jalan kabupaten, dan 1.261,093 kilometer jalan desa.
Menurut Ardi, keterbatasan anggaran membuat pemerintah belum dapat meningkatkan seluruh ruas jalan yang rusak. Oleh karena itu, penanganan sementara diprioritaskan melalui pekerjaan pemeliharaan seperti penambalan, penyulaman, rekondisi lapis dasar, hingga pembangunan box culvert di titik-titik prioritas.
Ardi juga mengingatkan masyarakat bahwa tidak semua jalan rusak menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Beberapa ruas, seperti Jalan Pemda menuju Tualang dan Simpang Bakal menuju Kilometer 11, merupakan jalan berstatus provinsi sehingga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau. Pemkab Siak telah beberapa kali mengusulkan perbaikan ruas tersebut kepada Pemerintah Provinsi Riau.
Selain itu, sebagian penanganannya kini didorong melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk mempercepat perbaikan jalan kabupaten, Pemkab Siak menggandeng sejumlah perusahaan melalui penyediaan material yang kemudian dikerjakan bersama pemerintah. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat perbaikan jalan,” kata Ardi.
Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah ruas prioritas, lain Siak–Bunga Raya–Sabak Auh, Tumang–Muara Kelantan, Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan, Maredan–Tualang, Hang Lekir II, Simpang KITB–Sungai Rawa, Simpang Siak–Terminal Lama, hingga Pencing Bekulo–Jambai Makmur di Kecamatan Kandis. Perusahaan yang dilibatkan lain PT RAPP, PT Seraya Sumber Lestari, PT Arara Abadi, PT Teguh Karsa Wana Lestari, PT Surya Intisari Raya, PT Pelindo, PTPN IV, PT Ivo Mas Tunggal, serta sejumlah perusahaan lainnya.
Saat ini, sebagian draf nota kesepahaman (MoU) telah memasuki proses penandatanganan di Bagian Hukum Setda Kabupaten Siak, sementara perusahaan lainnya masih dalam tahap pembahasan. Ardi menambahkan bahwa Pemkab Siak terus memperjuangkan tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih optimal. Menurutnya, kondisi fiskal saat ini membuat pembangunan jalan baru melalui APBD belum memungkinkan, sehingga pemerintah memfokuskan anggaran pada pemeliharaan dan perbaikan ruas-ruas prioritas. “Kami terus berupaya agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan baik,” ujar Ardi.



















