Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) membentuk Tim Tanggap Insiden Siber atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk memperkuat perlindungan layanan publik. Dorongan itu disampaikan melalui sosialisasi pembentukan CSIRT yang digelar Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN secara hibrida pada Selasa (22/9/2026). Langkah tersebut ditempuh karena transformasi digital dalam penyelenggaraan jalan tol menghadirkan tantangan keamanan yang semakin kompleks. Pembentukan CSIRT diharapkan membantu BUJT mendeteksi, menangani, dan memulihkan insiden siber secara cepat dan tepat.
Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN Cahyono Adhifatra mengatakan, penggunaan teknologi informasi dalam operasional jalan tol telah mencakup sistem transaksi elektronik, manajemen lalu lintas, hingga pusat kendali atau command center. Integrasi berbagai sistem itu, menurut dia, membawa risiko siber yang perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan dan mekanisme respons yang terkoordinasi.
“Kesiapsiagaan dan mekanisme respons terkoordinasi menjadi fokus utama agar gangguan siber tidak meluas dan melumpuhkan pelayanan publik. Pembentukan CSIRT di lingkungan BUJT bukan sekadar pemenuhan formalitas, melainkan wujud nyata wadah terstruktur untuk mendeteksi, menangani, dan memulihkan insiden siber secara cepat dan tepat,” tegas Cahyono.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
BSSN Tekankan Respons Terkoordinasi
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk memperkuat kesiapan sektor jalan tol menghadapi insiden siber. BSSN menempatkan CSIRT sebagai wadah terstruktur yang dapat mendukung proses penanganan insiden, mulai dari pendeteksian hingga pemulihan.
Menurut Cahyono, kebutuhan terhadap kesiapsiagaan tidak terlepas dari semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam layanan jalan tol. Sistem transaksi elektronik, pengelolaan lalu lintas, dan pusat kendali memiliki keterkaitan dengan pelayanan publik sehingga gangguan pada sistem tersebut berisiko meluas apabila tidak direspons secara terkoordinasi.
Karena itu, pembentukan CSIRT tidak diarahkan hanya untuk memenuhi aspek formal. BSSN mendorong agar setiap BUJT memiliki wadah yang mampu menjalankan fungsi penanganan insiden siber secara cepat dan tepat.
Perlindungan Data Jadi Prioritas Sektor Transportasi
Inisiatif BSSN tersebut mendapat sambutan positif dari Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Pemangku Kepentingan Kementerian Pekerjaan Umum, Sony Sulaksono Wibowo.
Dalam pidato kuncinya, Sony menegaskan bahwa pembentukan CSIRT dengan standar sertifikasi menempatkan pelindungan data dan ketahanan siber sebagai prioritas absolut di sektor transportasi. Penekanan itu memperkuat posisi keamanan siber sebagai bagian penting dalam pengelolaan infrastruktur jalan tol yang semakin bergantung pada teknologi informasi.
Melalui inisiatif tersebut, pembentukan CSIRT di lingkungan BUJT diarahkan untuk mendukung penguatan sistem keamanan pada layanan jalan tol. Perlindungan data dan ketahanan siber menjadi perhatian dalam menghadapi ancaman terhadap ekosistem infrastruktur jalan tol.
Diskusi Bahas Penguatan Ekosistem Jalan Tol
Selain sosialisasi, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan diskusi panel untuk memberikan wawasan teknis kepada peserta. Panel menghadirkan Vice President Teknologi Informasi HK-CSIRT Syaiful Anshari dan Ketua Tim Kerja Asistensi CSIRT BSSN Ricky Aji Pratama.
Syaiful dan Ricky mengupas urgensi penguatan ekosistem infrastruktur jalan tol di tengah ancaman global. Pembahasan itu melengkapi materi sosialisasi mengenai kebutuhan pembentukan CSIRT serta pentingnya kesiapan menghadapi insiden siber.
BSSN juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan penyedia teknologi lintas sektor memperkuat kolaborasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu setiap BUJT membangun ekosistem jalan tol nasional yang aman, tangguh, dan tepercaya.
Melalui upaya berkelanjutan, penguatan CSIRT diharapkan menjadi bagian dari kesiapan BUJT dalam menjaga keberlangsungan layanan publik yang terhubung dengan sistem digital. (Humas BSSN)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















