Headline.co.id, Sleman ~ Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima hibah peralatan medis senilai Rp3,3 miliar dari Pemerintah Jepang dan Yayasan Asia-Eropa (ASEF). Penyerahan bantuan tahap kedua dan ketiga ini dilakukan oleh Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY, Paku Alam X, kepada perwakilan PMI Kabupaten dan Kota se-DIY di Markas PMI DIY, Gamping, Sleman, pada Selasa (14/4/2026).
Bantuan tersebut disalurkan melalui Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) serta PMI Pusat. Tujuannya adalah untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman penyakit infeksius serta potensi pandemi di masa depan. Ketua PMI DIY, Prabukusumo, menyatakan bahwa distribusi ini merupakan kelanjutan dari program penguatan logistik kesehatan yang telah dimulai sejak tahun 2024.
Nilai bantuan pada tahap kedua dan ketiga ini mencapai lebih dari Rp2,7 miliar. Jika digabungkan dengan tahap pertama yang disalurkan pada November lalu, total hibah mencapai Rp3,3 miliar. “Penunjukan DIY sebagai wilayah prioritas didasari oleh tingginya kebutuhan layanan kesehatan dan posisi strategis sebagai pusat aktivitas kemanusiaan serta destinasi wisata,” ujar Prabukusumo.
Prabukusumo berharap bantuan ini dapat memicu inovasi kreatif dalam pengembangan sumber daya manusia dan teknologi di lingkungan PMI. Salah satu penerima manfaat, PMI Kabupaten Sleman, akan segera mengoperasikan peralatan tersebut di Klinik Pratama PMI Sleman dan armada ambulans mereka. Ketua PMI Sleman, Mafilindati Nuraini, menyatakan bahwa bantuan ini akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan gigi serta kesehatan ibu dan anak (KIA). “Kami berharap dengan adanya peralatan ini, layanan kesehatan di Sleman dapat lebih optimal,” tutur Mafilindati.
Selain peralatan diagnostik, hibah ini juga mencakup defibrilator otomatis (AED), alat sterilisasi, serta kulkas khusus vaksin. (Kusnadi/KIM Berbah)






















