Headline.co.id, Suasana Berbeda Tampak Di Benteng Van Den Bosch ~ Kabupaten Ngawi, pada Rabu (17/12/2025), ketika Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur mengukuhkan kepengurusan baru untuk periode 2025–2030. Acara ini menandai komitmen baru dalam aksi kemanusiaan, dengan lokasi bersejarah tersebut dipilih sebagai simbol pengabdian dan ketangguhan.
Ketua PMI Jawa Timur, H. Imam Utomo, menekankan pentingnya peran relawan dalam setiap aksi kemanusiaan. Menurutnya, nilai sejarah Benteng Van Den Bosch sejalan dengan semangat pengabdian yang diusung PMI. “PMI adalah organisasi kerelawanan. Tanpa kekompakan dan kerja sama, tugas-tugas kemanusiaan tidak akan berjalan optimal,” ujar Imam Utomo.
Pengukuhan ini juga bertepatan dengan Apel Hari Relawan PMI, yang menempatkan relawan sebagai pusat perhatian. Ribuan relawan di seluruh Jawa Timur dianggap sebagai denyut nadi organisasi, terlibat dalam penanganan bencana, layanan donor darah, dan aksi sosial lainnya.
Ketua PMI Pusat, H. Jusuf Kalla, dalam arahannya menegaskan bahwa relawan adalah ujung tombak PMI, sementara pengurus bertugas memastikan kebijakan berjalan efektif. “Pengurus jumlahnya terbatas, karena yang bekerja langsung di lapangan adalah para relawan. Prinsip kami, maksimal enam jam setelah bencana, relawan PMI sudah berada di lokasi,” tegas Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa kerja kemanusiaan tidak berhenti pada tanggap darurat, tetapi berlanjut pada rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk penanganan akar persoalan seperti kerusakan lingkungan. Ia mengapresiasi konsistensi PMI Jawa Timur yang sering mencatatkan capaian tertinggi nasional dalam penanganan bencana dan pelayanan donor darah.
Dengan kepengurusan baru periode 2025–2030, PMI Jawa Timur diharapkan semakin adaptif menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks. Dari Benteng Van Den Bosch, pesan pengabdian ditegaskan: setetes darah dan sepasang tangan relawan tetap menjadi sumber harapan bagi kehidupan.





















