Headline.co.id, Blora ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap prakiraan cuaca dari BMKG. Prakiraan tersebut menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah di Indonesia. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat lokal mengingat cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi basah, seperti yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dengan durasi panjang dapat menyebabkan banjir, seperti yang merendam 35 rumah warga serta dua fasilitas pendidikan, yaitu SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, pada Jumat (22/5) malam. Meskipun genangan air di Blora dilaporkan telah berangsur surut pada Sabtu (23/5) setelah dilakukan asesmen oleh BPBD setempat, BNPB mengingatkan bahwa dinamika atmosfer saat ini sangat fluktuatif.
BNPB menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya harus difokuskan pada ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, tetapi juga pada potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Abdul Muhari menekankan pentingnya kesiapan menghadapi berbagai jenis bencana yang mungkin terjadi akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.























