Headline.co.id, Jakarta ~ Digital marketing menjadi strategi penting bagi pelaku usaha dalam meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar di era digital. Namun, keberhasilan strategi pemasaran digital tidak hanya bergantung pada banyaknya konten atau iklan yang dipublikasikan. Dosen Sistem Informasi Universitas Alma Ata, Eko Setiawan, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa Key Performance Indicator (KPI) menjadi kunci utama untuk mengukur efektivitas sebuah strategi digital marketing. Praktisi digital marketing yang telah berkecimpung lebih dari 10 tahun itu menyebut KPI membantu bisnis memahami capaian kampanye secara terukur dan berbasis data.
Eko mengatakan, banyak pelaku usaha menjalankan promosi digital tanpa memahami indikator keberhasilannya. Padahal, menurutnya, KPI berfungsi sebagai acuan untuk mengetahui apakah strategi yang digunakan sudah berjalan sesuai target bisnis atau belum.
“Strategi digital marketing tanpa KPI itu ibarat bermain game tanpa skor. Kita tidak tahu sejauh mana progres dan hasil yang sudah dicapai,” ujar Eko pada Headline.co.id, Kamis (28/5/2026).
Digital Marketing Dinilai Lebih Efektif Jangkau Audiens
Menurut Eko, digital marketing merupakan metode pemasaran yang memanfaatkan internet dan teknologi digital untuk menjangkau audiens lebih luas dan spesifik. Strategi ini mencakup berbagai aktivitas seperti Search Engine Optimization (SEO), iklan berbayar atau Pay Per Click (PPC), media sosial, hingga email marketing.
Ia menjelaskan, keunggulan digital marketing dibanding metode pemasaran konvensional terletak pada kemampuan menargetkan audiens secara lebih tepat berdasarkan data pengguna.
“Digital marketing memungkinkan bisnis berinteraksi langsung dengan calon pelanggan secara cepat dan efisien. Dengan data yang ada, bisnis bisa menargetkan promosi kepada orang-orang yang memang berpotensi tertarik pada produk mereka,” jelasnya.
Meski demikian, Eko menilai penggunaan strategi digital marketing juga harus dibarengi dengan pengukuran performa yang tepat melalui KPI.
KPI Digunakan untuk Mengukur Efektivitas Strategi
Eko menjelaskan, KPI digital marketing merupakan metrik yang digunakan untuk mengukur performa berbagai aktivitas pemasaran online. Melalui KPI, perusahaan dapat mengetahui strategi mana yang efektif dan bagian mana yang perlu diperbaiki.
Menurutnya, setiap bisnis memiliki fokus KPI yang berbeda-beda sesuai tujuan yang ingin dicapai. Ada bisnis yang berorientasi pada peningkatan traffic website, sementara lainnya lebih fokus pada penjualan atau interaksi media sosial.
“Kalau tujuan bisnisnya meningkatkan penjualan, maka conversion rate menjadi salah satu KPI yang wajib diperhatikan,” katanya.
Conversion rate atau tingkat konversi merupakan persentase pengunjung yang melakukan tindakan tertentu, seperti pembelian produk, pendaftaran layanan, atau pengisian formulir.
Eko menambahkan, conversion rate dapat dihitung dengan membandingkan jumlah konversi dengan total pengunjung, kemudian dikalikan 100 persen.
CPC dan CTR Jadi Indikator Efisiensi Iklan
Selain conversion rate, KPI lain yang dinilai penting adalah Cost per Click (CPC) dan Click Through Rate (CTR). CPC digunakan untuk menghitung biaya yang dikeluarkan setiap kali seseorang mengklik iklan digital.
“CPC membantu bisnis mengontrol efisiensi biaya iklan. Semakin rendah CPC, biasanya semakin efisien kampanye yang dijalankan,” ujarnya.
Sementara itu, CTR digunakan untuk mengukur persentase pengguna yang mengklik iklan atau tautan setelah melihatnya. CTR yang tinggi menunjukkan bahwa iklan atau konten berhasil menarik perhatian audiens.
“Semakin tinggi CTR, berarti pesan pemasaran yang dibuat cukup menarik bagi pengguna,” kata Eko.
ROI dan ROAS Penting untuk Mengukur Keuntungan
Dalam mengukur efektivitas investasi pemasaran, Eko menyebut Return on Investment (ROI) dan Return on Ad Spend (ROAS) sebagai indikator yang sangat penting.
ROI digunakan untuk membandingkan keuntungan yang diperoleh dengan biaya yang telah dikeluarkan selama kampanye pemasaran berlangsung. Sedangkan ROAS mengukur pendapatan yang dihasilkan dari setiap biaya iklan yang dikeluarkan.
“Melalui ROI dan ROAS, bisnis bisa mengetahui apakah pengeluaran untuk iklan benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru merugikan,” jelasnya.
Menurut Eko, penggunaan KPI berbasis data membuat perusahaan lebih mudah mengambil keputusan strategis secara cepat dan tepat.
KPI Membantu Bisnis Memahami Perilaku Audiens
Tak hanya untuk mengukur keuntungan, KPI juga membantu perusahaan memahami perilaku audiens terhadap konten maupun produk yang dipasarkan.
Beberapa indikator lain seperti Bounce Rate, Average Session Duration, Customer Retention Rate, hingga Social Media Engagement Rate dinilai penting untuk mengetahui tingkat keterlibatan dan loyalitas pelanggan.
Eko mengatakan, data dari KPI dapat menjadi bahan evaluasi agar strategi pemasaran dapat disesuaikan secara real-time ketika hasil kampanye belum sesuai harapan.
“KPI membantu pengambilan keputusan berbasis data, bukan sekadar asumsi. Dengan begitu strategi pemasaran bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Pemahaman KPI Dinilai Penting bagi Pelaku Usaha
Eko menilai pemahaman mengenai KPI digital marketing menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha maupun digital marketer di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat.
Dengan memahami indikator performa secara tepat, bisnis dapat mengoptimalkan anggaran pemasaran, meningkatkan efektivitas promosi, sekaligus memahami kebutuhan pelanggan secara lebih akurat.
“Melalui KPI, bisnis dapat mengetahui apakah strategi yang dijalankan sudah berhasil atau perlu diperbaiki. Itu sebabnya KPI menjadi salah satu kunci penting dalam digital marketing,” tutupnya.




















