BI Lampung Waspadai Kenaikan Harga Beras dan Daging Ayam Jelang Akhir Tahun
Headline.co.id, Bandar Lampung – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Achmad P Subarkah memperingatkan potensi kenaikan harga beras dan daging ayam yang dapat mengancam stabilitas ekonomi daerah menjelang akhir tahun.
“Tren harga komoditas sejak awal 2024 hingga Agustus menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai untuk menjaga kinerja perekonomian tetap stabil,” tutur Achmad di Bandar Lampung, Senin (12/3/2024).
Achmad menyebutkan, komoditas beras dan daging ayam berpotensi memicu inflasi pada triwulan III 2024. Beras memiliki probabilitas inflasi sebesar 58,33% dan rata-rata andil inflasi bulanan sebesar 7,81%.
“Sementara itu, daging ayam ras memiliki probabilitas inflasi sebesar 33,33% dan rata-rata andil inflasi bulanan sebesar 0,31%,” imbuhnya.
Kenaikan harga beras diprediksi karena panen gadu dan pergeseran musim panen. “Dikhawatirkan pada September, Oktober, November, dan Desember harga beras akan naik kembali,” ujar Achmad.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah dan Bulog telah menyiapkan operasi pasar beras SPHP guna menstabilkan harga di pasaran.
Sementara untuk daging ayam, penurunan harga yang terjadi baru-baru ini disebabkan oleh melimpahnya pakan dan turunnya harga jagung. “Namun, ada risiko produksi ayam tetas tidak mencukupi permintaan saat panen raya. Hal ini berpotensi memicu kenaikan harga ayam menjelang hari besar keagamaan,” terang Achmad.
BI dan pemerintah daerah akan terus memantau harga kedua komoditas tersebut dan melakukan intervensi jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan kinerja ekonomi Lampung.
sumber: https://www.antaranews.com/berita/4336659/bi-lampung-waspadai-kenaikan-beras-dan-daging-ayam-di-akhir-tahun.






















