Headline.co.id, Jakarta ~ Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menekankan pentingnya transformasi pendidikan nasional yang terintegrasi dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Transformasi ini diharapkan berujung pada riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pesan ini disampaikan Brian saat memimpin upacara di halaman kantor Kemdikdasmen, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Brian Yuliarto menegaskan bahwa pendidikan nasional harus dibangun sebagai ekosistem yang utuh dan berkelanjutan, mulai dari rumah, sekolah, hingga perguruan tinggi. “Pendidikan nasional harus kita bangun sebagai satu ekosistem yang utuh dan berkelanjutan, dari rumah, sekolah, hingga perguruan tinggi, dari pembelajaran menuju riset, dari pengetahuan menuju inovasi,” ujarnya.
Penguatan fondasi pembelajaran menjadi titik awal transformasi, dengan pendekatan deep learning yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memahami, menalar, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Langkah ini diperkuat melalui revitalisasi satuan pendidikan dan percepatan digitalisasi pembelajaran, termasuk penggunaan papan interaktif digital di berbagai sekolah.
Brian juga menekankan bahwa kualitas pembelajaran tidak cukup hanya diukur dari aspek kognitif. Pembentukan karakter menjadi pilar penting melalui budaya sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah (ASRI), serta program penguatan karakter seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, dan kepramukaan.
Peningkatan mutu akademik didorong melalui penguatan literasi dan numerasi, pendekatan STEM (sains, teknologi, enjinering, dan matematika), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi berbasis mutu. Pemerintah juga memastikan perluasan akses pendidikan melalui skema fleksibel seperti sekolah satu atap, sekolah terbuka, pembelajaran jarak jauh, dan penguatan komunitas belajar.
Penguatan kualitas sumber daya manusia pendidikan menjadi fokus berikutnya. Guru, dosen, dan tenaga kependidikan didorong untuk meningkatkan kompetensi, termasuk penguasaan teknologi seperti coding dan kecerdasan artifisial (AI), serta pemanfaatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Upaya ini diiringi dengan peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi dan insentif.
Pada jenjang pendidikan tinggi, Brian Yuliarto menegaskan peran strategis dosen dan peneliti dalam membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap kebutuhan masa depan. Kolaborasi multipihak melalui pendekatan pentahelix diperkuat lewat program Magang Berdampak, Katalisator Kemitraan Berdikari, hingga pengembangan kawasan sains dan teknologi (Science Techno Park).
Mendiktisaintek mencontohkan bahwa konsorsium perguruan tinggi telah berkontribusi dalam penanganan isu strategis seperti stunting dan kemiskinan. “Riset tidak boleh berhenti pada publikasi, tetapi harus melahirkan inovasi dan solusi nyata. Fokus riset nasional diarahkan pada sektor strategis seperti energi, pangan, kesehatan, lingkungan, dan teknologi,” jelasnya.
Selain peningkatan mutu, pemerintah tetap memprioritaskan pemerataan akses pendidikan tinggi melalui program afirmasi seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi, hingga beasiswa pradoktoral dan doktoral. Kebijakan ini memastikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Peringatan Hardiknas 2026 juga menegaskan pentingnya partisipasi seluruh elemen bangsa dalam membangun pendidikan. Pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat didorong bersinergi menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, Brian menegaskan komitmen Kemdiktisaintek untuk terus mendorong pendidikan tinggi yang adaptif dan berdaya saing global, dengan orientasi pada dampak nyata bagi pembangunan nasional. “Melalui penguatan riset dan inovasi, kita pastikan pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi bangsa,” pungkasnya.



















