Headline.co.id, Batang ~ Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi buruh pemetik teh di perkebunan Pagilaran, Batang, Jawa Tengah. Program ini tidak hanya mencakup pemeriksaan kesehatan gigi, tetapi juga pemasangan gigi tiruan bagi buruh yang membutuhkannya. Hingga akhir Juni, sebanyak 43 orang telah mendapatkan gigi tiruan, sementara sekitar 100 orang telah menjalani pemeriksaan kesehatan gigi. “Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan gigi di masyarakat, sehingga program seperti ini perlu dilanjutkan,” ujar Dr. drg. Sri Budi Barunawati, M.Kes., Sp.Pros., Ketua Spesialis Prodi Prostodonsia, dalam keterangan tertulis pada Kamis (30/7).
Program ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan dilaksanakan melalui empat kali kunjungan dalam setahun terakhir. Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM FKG UGM, drg. Heribertus Dedy Kusuma Yulianto, M.Biotech., Ph.D., menjelaskan bahwa program ini berawal dari pengabdian berbasis riset. Setelah kunjungan ke PT Pagilaran, ditemukan potensi untuk mengembangkan program pelayanan gigi tiruan. “Kami melihat banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan ini,” jelasnya.
Kolaborasi dengan PT Pagilaran dilakukan untuk mengintegrasikan program pengabdian FKG UGM dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa turut dilibatkan dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, FKG UGM juga merevitalisasi balai kesehatan di kawasan PT Pagilaran yang sebelumnya tidak aktif. Kerja sama dengan mitra FKG UGM juga dilakukan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan gigi bagi masyarakat dan pekerja di PT Pagilaran.
Ketua Tim Pengabdian FKG UGM, drg. Lisdrianto Hanindriyo, MPH., Ph.D., menyatakan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi tahun ini akan fokus pada penyegaran kompetensi kader kesehatan gigi. Sebanyak 27 kader kesehatan telah mendapatkan pelatihan untuk melakukan deteksi dini masalah kesehatan gigi. “Kompetensi ini diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan Posyandu dan pelayanan kesehatan dasar di masyarakat,” ujarnya. Evaluasi dilakukan untuk memastikan materi yang diberikan diterapkan di lapangan, dengan harapan setiap kader dapat mendampingi satu RT dan berperan aktif dalam kegiatan Posyandu balita maupun lansia.













