Headline.co.id, Pekanbaru ~ Bupati Siak, Afni Zulkifli, menekankan pentingnya ketahanan energi sebagai fondasi utama ketahanan nasional. Dalam pandangannya, daerah penghasil energi seperti Kabupaten Siak memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi yang berdampak langsung pada kekuatan ekonomi dan pertahanan negara. Hal ini disampaikan Afni saat menjadi narasumber dalam Sarasehan Pasis Seskoau A-65 di Hotel Jatra Pekanbaru, Rabu (29/7/2026).
Afni menjelaskan bahwa kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh aspek pertahanan, tetapi juga didukung oleh sektor industri dan energi yang kuat. Ia menekankan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan. Sebagai kepala daerah, ia merasakan langsung tantangan dalam mempertahankan ketahanan energi di tengah dinamika global dan nasional.
Afni juga mengingatkan bahwa masyarakat di daerah penghasil energi berharap agar kekayaan sumber daya alam di wilayahnya dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan. Oleh karena itu, pengelolaan sektor energi harus mampu menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Dalam paparannya, Afni mengangkat sejarah Kerajaan Siak yang menyerahkan harta, tahta, serta sumber-sumber minyak kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang menurutnya menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah ketahanan energi nasional.
Ia menegaskan bahwa Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Siak, memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. Menurutnya, ancaman geopolitik global menjadikan daerah penghasil minyak memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepentingan strategis bangsa. “Riau adalah jantung ketahanan energi Indonesia. Jika terjadi gangguan terhadap daerah penghasil energi, dampaknya akan dirasakan secara nasional. Menjaga Siak sama dengan menjaga ketahanan energi nasional,” kata Afni.
Ia menambahkan bahwa keberadaan pusat produksi minyak nasional di Kecamatan Minas yang dikelola Pertamina Hulu Rokan menjadi bukti pentingnya peran Siak dalam mendukung ketahanan energi dan ketahanan negara. Selain itu, Kabupaten Siak juga merupakan pemegang saham terbesar PT Bumi Siak Pusako (BSP), salah satu badan usaha milik daerah yang bergerak di sektor energi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa Riau merupakan salah satu daerah dengan potensi energi terbesar di Indonesia. Potensi tersebut didukung oleh sektor perkebunan kelapa sawit serta minyak dan gas bumi yang menjadi penopang penting ketahanan energi nasional. Menurut dia, Riau memiliki luas perkebunan kelapa sawit sekitar 3,87 juta hektare atau sekitar 21,23 persen dari total luas perkebunan sawit nasional. Dari luasan tersebut, Riau menghasilkan sekitar 9,4 juta ton crude palm oil (CPO) setiap tahun atau setara 20,11 persen dari produksi CPO nasional.
Di sektor minyak dan gas bumi, produksi minyak Riau mencapai sekitar 131.040 hingga 151.550 barel per hari (barrels of oil per day/BOPD), atau berkontribusi sekitar 24 hingga 30 persen terhadap produksi minyak nasional. Selain itu, keberadaan Kilang Pertamina RU II Dumai dengan kapasitas pengolahan sekitar 170.000 barel per hari atau 16,5 persen dari total kapasitas pengolahan nasional semakin memperkuat posisi Riau sebagai salah satu pilar ketahanan energi Indonesia.
SF Hariyanto menambahkan bahwa letak geografis Riau yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadikan provinsi tersebut sebagai pusat distribusi energi dan ekspor berbagai komoditas strategis, sehingga semakin memperkokoh perannya dalam mendukung ketahanan energi sekaligus pertahanan negara.


















