Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membahas kesiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 di Jakarta, Kamis (5/11). Pertemuan tersebut membahas usulan work from anywhere (WFA) untuk mengurai kepadatan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Keduanya juga membicarakan evaluasi angkutan Nataru 2025/2026 serta kerja sama peningkatan keselamatan transportasi melalui kebijakan dan pengawasan di lapangan.
Pembahasan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Ketenagakerjaan dilakukan karena pengaturan WFA berkaitan dengan ketenagakerjaan. Kemenhub sebelumnya telah mengusulkan penerapan WFA pada tanggal-tanggal tertentu selama periode libur Nataru.
“Kami berdiskusi beberapa hal khususnya terkait dengan kesiapan Nataru 2026/2027 dan berkaitan dengan work from anywhere (WFA). Karena ini terkait dengan ketenagakerjaan, kami merasa perlu berdiskusi dengan beliau,” tutur Menhub Dudy.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Usulan WFA untuk Mengurai Kepadatan Mobilitas
Usulan WFA menjadi salah satu hal yang dibahas dalam persiapan Angkutan Nataru 2026/2027. Kementerian Perhubungan menyampaikan, penerapan WFA pada waktu tertentu diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan mobilitas masyarakat saat periode libur Natal dan Tahun Baru.
Selain membahas rencana Nataru 2026/2027, Menhub Dudy menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026. Evaluasi tersebut disiapkan sebagai bahan perbaikan pelayanan transportasi pada pelaksanaan angkutan Nataru berikutnya.
Pertemuan dengan Menaker Yassierli juga menjadi bagian dari koordinasi antarkementerian dalam menyiapkan penyelenggaraan Angkutan Nataru 2026/2027. Koordinasi dilakukan untuk membahas aspek mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kesiapan layanan transportasi selama masa libur.
Sinergi Kampanye Keselamatan Transportasi
Selain kesiapan angkutan Nataru, Dudy dan Yassierli mendiskusikan kerja sama peningkatan keselamatan transportasi. Upaya keselamatan transportasi dilakukan melalui kebijakan dan pengawasan di lapangan.
Menhub Dudy mengatakan kampanye keselamatan perlu dilakukan secara sinergis oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Ketenagakerjaan. Menurut dia, sinergi antarkementerian tersebut perlu terus ditingkatkan.
“Kampanye keselamatan perlu kami sinergikan Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Alhamdulillah diskusi cukup baik dan saya senang sekali kegiatan ini terus kita tingkatkan dengan sinergi dua kementerian yang berlangsung baik,” imbuh Menhub Dudy.
Peningkatan keselamatan transportasi menjadi salah satu materi kerja sama yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Pembahasan mencakup kebutuhan untuk memperkuat kampanye keselamatan serta pelaksanaan pengawasan di lapangan.
Posko Terpadu Beroperasi Selama 20 Hari
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Nataru 2026/2027. Koordinasi tersebut dilakukan agar penyelenggaraan transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru dapat dipantau secara terpadu.
Kemenhub merencanakan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2026/2027 pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027. Posko tersebut akan beroperasi selama 20 hari.
Posko Terpadu Angkutan Nataru 2026/2027 akan menjadi sarana koordinasi dan pemantauan kondisi transportasi bersama para pemangku kepentingan. Melalui posko itu, potensi gangguan transportasi diharapkan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





![[Siaran Pers] Kolaborasi dalam Inovasi Pelayanan Publik, Wamen Nezar: Daerah Tak Perlu Bangun Sistem Sendiri](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-kolaborasi-dalam-inovasi-pelayanan-publik-wamen-nezar-daerah-tak-perlu-bangun-sistem-sendiri.png)











