Headline.co.id, Maluku Tenggara ~ Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendorong pemerataan informasi rekrutmen TNI AD hingga 192 ohoi, termasuk desa terpencil dan pulau-pulau terluar. Langkah itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dalam Kampanye Kreatif Penerimaan Prajurit TNI di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Kamis (5/11/2026). Sosialisasi dilakukan untuk memastikan keterbatasan jarak, kondisi ekonomi, dan akses informasi tidak menghalangi generasi muda mengikuti seleksi. Pemerintah daerah bersama aparat kewilayahan diminta melakukan pendekatan langsung hingga ke masyarakat.
Hanubun menegaskan, seluruh pemuda di Maluku Tenggara harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti rekrutmen TNI AD. Menurut dia, informasi mengenai penerimaan perlu disampaikan secara aktif karena kondisi geografis Maluku Tenggara sebagai daerah kepulauan dapat menjadi tantangan dalam pemerataan pelayanan.
“Kita ingin anak-anak dari ohoi yang jauh sekalipun memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi. Jangan sampai mereka kehilangan peluang hanya karena keterbatasan informasi, jarak, maupun kondisi ekonomi keluarga,” tegas Hanubun.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sosialisasi Rekrutmen TNI AD Diminta Jemput Bola
Hanubun meminta pemerintah daerah dan aparat kewilayahan tidak menunggu calon peserta datang untuk mencari informasi. Sosialisasi penerimaan prajurit TNI AD harus dilakukan sampai ke pelosok ohoi dengan pola jemput bola.
“Turun ke ohoi-ohoi, lakukan sosialisasi dari pintu ke pintu (rumah ke rumah). Jangan menunggu anak-anak datang, tetapi kita yang harus jemput bola,” ujarnya.
Ia meminta informasi tentang persyaratan, jadwal, dan tahapan seleksi disampaikan berdasarkan sumber resmi panitia TNI AD. Langkah itu diperlukan agar calon peserta dan keluarga memperoleh informasi yang benar selama mempersiapkan diri.
Bupati juga menegaskan bahwa rekrutmen prajurit TNI AD berlangsung secara gratis dan transparan. Masyarakat diminta tidak mempercayai calo atau pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
“Kita membantu menyiapkan dan membuka akses, tetapi kelulusan sepenuhnya ditentukan melalui seleksi resmi TNI AD. Jangan ada yang menjanjikan kelulusan atau meminta imbalan dengan mengatasnamakan bantuan. Rekrutmen ini gratis, jangan percaya calo,” tandasnya.
Empat Unsur Diminta Perkuat Dukungan
Dalam arahannya, Hanubun meminta empat unsur memperkuat koordinasi untuk membantu calon peserta rekrutmen TNI AD.
Pertama, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mendukung penyebaran informasi, pelayanan dokumen kependudukan, serta dukungan di bidang pendidikan dan kesehatan sesuai kewenangan masing-masing.
Kedua, para camat dan kepala dari 192 ohoi diminta memastikan informasi penerimaan menjangkau masyarakat. Mereka juga diminta mengidentifikasi pemuda yang berminat mengikuti seleksi serta mengarahkan mereka kepada narahubung resmi.
Ketiga, kepala 21 puskesmas diminta memperkuat edukasi mengenai gizi, pola hidup sehat, kebugaran, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Edukasi tersebut menjadi bagian dari persiapan kesehatan calon peserta.
Persiapan kesehatan awal dapat dilakukan sesuai kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, pemeriksaan dan penetapan kelulusan kesehatan tetap menjadi kewenangan tim seleksi TNI AD.
Keempat, para Bintara Pembina Desa (Babinsa) diharapkan aktif memberikan pendampingan, motivasi, dan informasi yang benar mengenai prosedur seleksi.
Target Kampanye Capai 6.185 Calon
Hanubun juga mengingatkan generasi muda agar mempersiapkan diri dengan disiplin, tekun belajar, menjalani latihan fisik secara terukur, menjaga kesehatan, serta membangun integritas dan tanggung jawab.
Calon peserta yang belum berhasil dalam seleksi diminta tidak berkecil hati. Hanubun berpesan agar pengalaman tersebut dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.
Sementara itu, target Kampanye Kreatif Penerimaan Prajurit TNI AD di wilayah kerja Kodim 1503/Tual mencapai 6.185 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.730 calon Bintara (CABA) Prajurit Karier (PK) Gelombang I Tahun 2027 dan 4.455 calon Tamtama (CATA) PK Gelombang I Tahun 2027.
Melalui kampanye tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama jajaran TNI berharap semakin banyak pemuda memperoleh informasi, motivasi, dan pendampingan untuk mengikuti proses seleksi resmi.
“Dari ohoi kita membangun kesiapan, dari Maluku Tenggara kita menguatkan pengabdian untuk Indonesia,” tutup Hanubun.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





![[Siaran Pers] Kolaborasi dalam Inovasi Pelayanan Publik, Wamen Nezar: Daerah Tak Perlu Bangun Sistem Sendiri](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-kolaborasi-dalam-inovasi-pelayanan-publik-wamen-nezar-daerah-tak-perlu-bangun-sistem-sendiri.png)











